Seleksi Terbuka Sekda, Walikota Tangerang Dinilai Lambat Bentuk Pansel

oleh -

Palapanews.com Kebijakan rotasi, mutasi dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang merupakan langkah responsif atas kritikan publik.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin BJ, Jumat, 5 Juli 2019.

Menurut Hasanudin BJ, rotasi, mutasi dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Tangerang yang dilakukan oleh Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah merupakan langkah yang cepat, khususnya para pejabat eselon II yang telah berakhir.

“Kami apresiasi itu, walaupun terlambat. Namun terhadap jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang kosong, saya meminta agar Walikota Tangerang segera melaksanakan Seleksi Terbuka,” kata Hasanudin BJ seraya menambahkan, sebab jabatan ini sangat strategis dan amanat UU dan Peraturan Presiden No 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah. Dimana, dalam Peraturan Presiden tersebut mengatur agar segera dimulai proses seleksi dalam waktu 5 hari setelah kosongannya jabatan Sekretaris Daerah.

“Proses seleksi harus segera dimulai selambat-lambatya, Senin, 8 Juli 2019, dan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah sudah harus membentuk panitia seleksi (pansel),” paparnya.

Dikatakan BJ, seharusnya saat walikota mengusulkan Penjabat Sekda ke Gubernur Banten juga dibarengi pembentukan pansel karena amanatnya paling lama 5 hari setelah kosong Sekretaris Daerah.

“Tidak ada pilihan lain. Seleksi Terbuka harus segera di jalankan, jika walikota terlambat untuk membentuk pansel akan ada dua kerugian yang menimpa walikota baik dari sisi sanksi maupun kewenangan, karena Penjabat Sekda hanya dibatasi 3 bulan saja, sedangkan proses seleksi cukup memakan waktu lama,” tegasnya.

“Jika 3 bulan masa Penjabat Sekda berakhir, namun proses seleksiĀ  belum selesai maka setelah itu Gubernur Banten yang punya kewenangan untuk menunjuk Penjabat Sekda,” pungkasnya.(ydh)

Komentar Anda

comments