Dua Wisudawan XV UMN Ini Raih Predikat Bergengsi

oleh -
Ryan Sucipto dan Martha Saphira. foto : budi

Palapanews.com – Dua mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meraih predikat bergengsi dari kampusnya. Martha Saphira sebagai Wisudawan Terbaik dan Ryan Sucipto peraih predikat Cendekia Oetama.

Martha Saphira dari Prodi Informatika adalah peraih IPK 3.99 merupakan satu dari delapan wisudawan terbaik yang terpilih pada Wisuda XV UMN, 29 Juni 2019 di International Convention Exhebition (ICE) BSD City. Sebanyak 381 mahasiswa diluluskan pada seremoni Wisuda XV UMN. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan berwirausaha sebelum diwisuda.Du

Adapun ketujuh wisudawan terbaik lainnya masing- masing; Abraham Galih Prakosa (prodi Sistem Informasi), Jong Yodananta (prodi Manajemen), dan Halina Balkis (prodi Akuntantsi).

Empat mahasiswa lainnya yakni; Audrey (prodi Film), Veronica Dian Sari (prodi Teknik Komputer), dan Achelia Setiani (prodi Desain Komunikasi Visual), dan Jesslyn Tanmas (prodi Ilmu Komunikasi).

Menurut Martha Saphira, generasi muda saat ini secara tidak langsung telah berkontribusi dalam era maha data. Sebagai generasi muda yang merasakan kemajuan teknologi yang sangat cepat, secara tidak langsung telah berkontribusi dalam era maha data.

“Namun, sebagai seseorang di bidang IT tentu penting untuk berkontribusi dan tetap up-to-date dengan isu terbaru di bidang teknologi,” tegas Martha yang kini sudah bekerja sebagai software engineer di start-up Mobilepulsa.

Semasa kuliah, Martha aktif mengikuti berbagai kepanitiaan dan organisasi untuk mengembangkan soft skill. Ia juga menjadi asisten laboratorium Informatika UMN. Menurutnya, mahasiswa UMN perlu memanfaatkan berbagai kegiatan untuk mengembangkan soft skill yang nantinya bermanfaat di dunia kerja.

Ninok Leksono, Rektor UMN. foto : budi

Sementara itu Ryan Sucipto dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) selama berkuliah, Ryan sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia menggunakan desain untuk berkontribusi pada masyarakat dengan menginisiasi gerakan non-profit, ‘Social Designee’.

Kini, ia memiliki dua bisnis yang bergerak di isu lingkungan sosial, yaitu ‘Social Storee’ dan ‘Wilah’ yang diinkubasi oleh Skystar Ventures. Motivasinya mengembangkan bisnis di bidang sosial adalah untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Menurut saya, ketika sudah masuk usia kerja (17 tahun ke atas), maka setiap orang baik lulusan SD, SMP, SMA, atau pun Sarjana pasti akan bekerja,” katanya.

Rasanya tidak adil, lanjut Ryan, kalau dirinya yang bisa berkesempatan mengemban gelar Sarjana bersaing mencari kerja dengan teman-teman yang belum berkesempatan.

Dia berharap dengan gelar Sarjananya, bisa mengembangkan kewirausahaan sosial (sociopreneur) dan membuka lapangan pekerjaan untuk setidaknya 20 orang.

“Nanti kalau bisa dapat gelar Magister atau Doktor, jumlah lapangan pekerjaannya bisa ditingkatkan,” pungkas Ryan. (bd)

Komentar Anda

comments