Isu Buruh dan Perempuan Jadi Perhatian Khusus Badko HMI Jabar

oleh -
Peringatan Hari Buruh di Gedung Sate, Bandung. Foto: Ist

Palapanews.com- Sebagai bentuk perhatian pada buruh, BADKO Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Jawa Barat turut bergabung menyuarakan hasil kajian serta pandangannya pada Hari Buruh Nasional. HMI prihatin terhadap kondisi buruh serta hak-hak perempuan yang belum dipenuhi oleh beberapa perusahaan.

“Kami fokus terhadap isu-isu yang berkaitan dengan buruh dan perempuan. Hak-hak perempuan yang masih belum maksimal dipenuhi oleh industri khususnya yang ada di jawa barat. Semisal cuti haid yang di jelaskan oleh undang-undang no 13 tahun 2003 pasal 86 dan selanjutnya sesuai dengan pasal 93 ayat 2 huruf b undang-undang no 13 tahun 2003 pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melaksanakan pekerjaan,” ungkap Hamdani Kurniawan, orator perwakilan HMI saat peringatan Hari Buruh di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019).

Dani juga mengkritisi adanya kesenjangan antara upah buruh laki-laki dengan buruh perempuan. Masalah-masalah lain seperti cuti hamil menjadi bagian yang di kritisi olehnya, karena tidak sesuai dengan amanat undang-undang serta cenderung dipersulit.

“Kami masih menemukan adanya kesenjangan upah antara buruh laki-laki dan buruh perempuan. Permasalahan terhadap pengaturan mengenai cuti hamil pun masih menjadi kendala bagi buruh perempuan. Padahal telah diatur dalam UU pasal 82 No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ungkap aktivis HMI tersebut.

Kemudian saat ketua umum BADKO HMI Jawa Barat ditanya soal langkah ke depan yang akan dilakukan seperti apa? Anam nama sapaan sehari-hari ketua BADKO tersebut menyatakan, akan adanya pengawalan kebijakan serta regulasi yang diambil oleh pemerintah.

“Kedepan Badko HMI Jawa Barat akan mengawal kebijakan dan realisasi aturan pemerintah mengenai kesejahteraan dan perlindungan hak-hak buruh, khusunya buruh perempuan. Dan apa yang kami lakukan hari adalah bentuk kepedulian secara real mahasiswa berjuang bersama untuk kepentingan kaum buruh” imbuh Anam. (rob/red)

Komentar Anda

comments