Begini Perawatan Setelah Operasi Bypass Koroner

oleh -
Seminar penyakit jantung di Siloam Hospital Lippo Village. Foto: Mat

Palapanews.com- Operasi Bypass koroner adalah suatu operasi untuk memintas (bypass) bagian pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan akibat proses penumpukan lemak, kolesterol dan kotoran sel atau plak dengan menggunakan pembuluh darah arteri atau vena dari tubuh pasien sendiri.

Lantas, seperti apa perawatan yang dilakukan setelah operasi bypass koroner? Perawatan pasca operasi Bypass koroner akan dilakukan di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) selama satu hingga dua hari. Penderita sudah diizinkan mobilisasi penuh pada hari kedua setelah operasi.

ICCU sendiri merupakan unit perawatan intensif untuk penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, gagal jantung. Ruang ini dikhususkan pada pasien yang membutuhkan penanganan intensif dan dijaga untuk tetap steril.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Lippo Villages (SHLV) Dr. dr. Sunanto, Sp.JP(K) menjelaskan, penyembuhan luka pasca operasi Bypass koroner memakan waktu 7 hingga 14 hari.

“Sedangkan tulang dada akan menyambung kembali setelah enam minggu,” jelas Sunanto.

Dalam waktu itu, lanjut Sunanto, pasien dianjurkan menghindari gerakan mendadak seperti bangun dari tempat tidur atau tempat duduk, menghindar dari mengangkat benda berat dan tidak mengangkat tangan melebihi batas kepala.

Pengambilan vena dari kaki saat operasi Bypass akan menyebabkan aliran darah balik dari kaki kembali ke jantung menjadi kurang lancar. Sehingga menyebabkan kaki menjadi bengkak. Pembengkakan pada kaki itu akan berkurang atau hilang setelah 6-8 minggu.

“Pemakaian kaus kaki stocking dapat mengurangi bengkak pada kaki tersebut,” ungkapnya.

Pasien dapat kembali beraktifitas dalam waktu satu minggu pasca operasi. Mengemudikan kendaraan setelah empat minggu, dan kembali bekerja setelah enam minggu.

“Pasien juga dianjurkan untuk mengubah baya hidup seperti membiasakan diri berolahraga secara teratur, menghindari stress, mengurangi makanan berlemak, berhenti merokok, mengontrol tekanan darah, kadar gula darah hingga kolesterol darah,” jelasnya.

Setelah operasi Bypass koroner, masih ada kemungkinan komplikasi yang terjadi. Seperti post perfusion syndrome. Yakni gangguan neurokognitif sementara yang berhubungan dnegan mesin jantung-paru.

Gangguan penyembuhan luka dan tulang dada, infark jantung karena embolisasi atau kurangnya aliran darah, hingga penyumbatan dini saluran Bypass. Komplikasi lainnya, gangguan fungsi ginjal, stroke, infeksi kuman pada luka atau darah, thrombus pada pembuluh vena dalam dan gangguan irama jantung.

“Komplikasi tersebut umumnya dapat dicegah atau diatasi,” tegas Sunanto.

Baca Juga: Kapan Sih Operasi Bypass Koroner Harus Dilakukan?

Berapa lama saluran Bypass mampu berfungsi baik? kata Sunanto, 10 tahun setelah operasi, sekitar 60 persen saluran bypass yang berasal dari vena di kaki masih dapat berfungsi baik.

“Jika menggunakan arterimamariainterna, 90 persen saluran bypass mampu berfungsi baik hingga 20 tahun,” ungkapnya.

Saat ditanyakan mana yang lebih baik, operasi Bypass koroner atau pemasangan ring, Sunanto menuturkan, berdasarkan hasil penelitian di berbagai Negara telah menunjukkan secara konsisten bahwa operasi Bypass koroner lebih menguntungkan.

Lebih menguntungkan bagi penderita yang mengalami penyumbatan signifikan di pembuluh darah utama kiri jantung, penyumbatan yang melibatkan banyak pembuluh darah koroner, penderita kencing manis serta penderita dengan penurunan fungsi pompa jantung dan usia muda.

“Di Negara berkembang, operasi Bypass koroner justru lebih ekonomis dibandingkan dengan pemasangan cincin (ring),” tandasnya. (mat)

Komentar Anda

comments