Kapan Sih Operasi Bypass Koroner Harus Dilakukan?

oleh -
Seminar penyakit jantung di Siloam Hospital Lippo Village. Foto: Mat

Palapanews.com- Operasi Bypass koroner adalah suatu operasi untuk memintas (bypass) bagian pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan akibat proses penumpukan lemak, kolesterol dan kotoran sel atau plak dengan menggunakan pembuluh darah arteri atau vena dari tubuh pasien sendiri.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah SHLV Dr. dr. Sunanto, Sp.JP(K) mengatakan secara Internasional, indikasi untuk operasi Bypass koroner adalah penyakit jantung koroner yang mengenai pangkal pembuluh darah utama kiri jantung.

“Indikasi lainnya jika mengenai tiga pembuluh darah koroner, melibatkan banyak lokasi dan luas (diffuse) yang tidak sesuai untuk pengobatan dengan cincin (ring) serta penderita dengan gangguan fungsi ventrikel, kencing manis dan usia muda,” jelas Dr. dr. Sunanto.

Proses operasi Bypass koroner, lanjut Sunanto, setelah pasien dibius umum, dokter spesialis bedah jantung melakukan sayatan pada kulit ditengah dada dan pemisahan tulang dada.

“Selama operasi, denyut jantung dihentikan sementara dan fungsi jantung-paru diambil alih oleh mesin jantung-paru. Operasi dapat juga dilakukan dengan teknik tanpa menggunakan mesin jantung-paru,” terangnya.

Operasi Bypass koroner ini, kata Sunanto, meliputi menghubungkan dengan cara menjahit saluran bypass ke pembuluh darah koroner melewati daerah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Ujung satunya akan dijahitkan pada pembuluh dara aorta, kecuali arteri mamariainterna dan arteri gastroepiploika yang ujung satunya memang telah sersambung sejak awalnya.

“Umumnya operasi berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Jika semua saluran bypass telah terpasang dan tidak ada perdarahan lagi, dinding dada ditutup kembali dengan menggunakan beberapa kawat yang halus. Selanjutnya, pasien akan dirawat di Cardiac Intensive Care Unit (CICU),” paparnya.

Dari mana bahan Bypass koroner diambil? Sunanto menjelaskan, bahan untuk Bypass koroner umumnya diambil dari pembuluh darah di kaki (vena safena magna) atau dari belakang dinding dada (arteri mamariainterna).

Sebagai alternative, bahan untuk operasi Bypass koroner dapat diambil dari pembuluh darah di tangan (arteri radialis) dan di perut (arteri epigastrica inferior dan arteri gastro-epiploica). “Lazimnya, seorang penderita memerlukan dua hingga empat saluran bypass,” tuturnya.

Tujuan operasi Bypass koroner ini lanjut Sunanto, untuk memperbaiki aliran pembuluh darah koroner agar penyediaan oksigen ke otot-otot jantung menjadi normal kembali sehingga dapat menghilangkan gejala nyeri dada dan mengurangi risiko kematian yang diakibatkan dari suatu serangan jantung.

“Hingga kini, operasi Bypass koroner merupakan jenis operasi yang paling banyak dilakukan di dunia. Lebih dari satu juta operasi,” pungkasnya. (mat)

Komentar Anda

comments