Pemuda Teriak Mengaku Teroris di Serpong Ternyata Gangguan Jiwa

oleh -
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A Yurikho di Pos Polisi German Center. Foto: Nad

Palapanews.com- Kabar baru dari kasus seorang pria berteriak mengaku teroris saat diberhentikan petugas Satlantas Polres Tangsel di traffic light German Center, Serpong, Kamis (14/3/2019). Ternyata, pria bernama Ahmad Sahrudin itu menderita gangguan jiwa.

Kondisi tersebut diketahui setelah Satreskrim Polres Tangsel melakukan pendalaman. Petugas juga melakukan koordinasi dengan keluarga Ahmad Sahrudin dan mendapatkan fakta bahwa pria tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pengidap penyakit gangguan kejiwaan Skizofernia Paranoid yang dikuatkan dengan keterangan Surat Rujuk Balik dari RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat yang dibawa oleh pihak keluarga,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho di di Mapolres Tangsel, Kamis (14/3/2019).

Ahmad Sahrudin menderita penyakit kejiwaan sejak setahun silam, atau setelah peristiwa perceraian dengan istrinya pada April 2018 lalu.

“Keterangan dari keluarga mulai terindikasi mengidap penyakit jiwa setelah perceraian dengan istrinya pada April 2018 lalu,” imbuhnya.

Mendapati surat keterangan dari RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor, Sahrudin kini telah dikembalikan ke pihak keluarganya karena memang tidak bisa diproses.

“Ada dua hal yang tidak bisa menjalani hukuman, satu yang bersangkutan meninggal dunia dan yang kedua mengalami gangguan kejiwaan. Jadi kami kembalikan ke pihak keluarga dan kami kolaborasi dengan Dinas Sosial Tangsel untuk pengawasan,” terangnya.

Sebelumnya, pemuda tersebut diberhentikan oleh Brigadir Gatot Tri Prasetyo karena tidak menggunakan helm dan tidak ada plat nomor yang terpasang. Namun, pemuda tersebut membuat heboh dengan berteriak mengaku teroris.

Sejurus kemudian, pemuda itu diamankan ke Pos Polisi German Center dan diserahkan ke Mapolres Tangsel untuk dimintai keterangan. (nad)

Komentar Anda

comments