Honda Scoopy yang Dirusak Adi Saputra Ternyata Motor Bodong

oleh -
Bagian-bagian Honda Scoopy yang dirusak Adi Saputra di Serpong jadi barang bukti Polres Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Adi Saputra, pria dalam video yang viral karena merusak sepeda motornya kini menjadi tahanan Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel). Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata plat nomor kendaraan miliknya, yakni B 6395 GLW tidak sesuai peruntukannya alias palsu.

Polres Tangsel melalui Satlantas dan Satreskrim merasa curiga atas sikap Adi Saputra yang ‘over reaktif’ saat ditilang karena pelanggaran-pelanggarannya. Kemudian dilakukan pengecekan narkoba dan hasilnya negatif.

“Kemudian kami lakukan pengecekan plat motor tersangka di Samsat dan ternyata tidak sesuai dengan peruntukan. Tidak ada kesesuaian antara plat nomor dan STNK motor. Ia pun tidak memiliki SIM dan tidak dapat menunjukkan BPKB kepada kepolisian,” papar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Jumat (8/2/2019) kepada awak media.

Dari hasil penyedikan tersebut, maka diketahui motor tersebut milik Nur Iksan. Setelah mengetaui pemilik aslinya, kepolisian langsung menghubungi Nur Iksan untuk dimintai keterangan.

“Kepada polisi, Nur Iksan menunjukkan BPKB motor dan menceritakan sepeda motornya yang sempat menghilang. Ternyata, beberapa bulan lalu Nur Iksan menggadaikan sepeda motor kepada seorang berinisial D (DPO) senilai Rp6 juta,” tuturnya.

Namun, ketika Nur Iksan ingin menebus motor miliknya, ternyata sudah dijual oleh D melalui media sosial Facebook dan dibeli oleh Adi.

“Adi membeli motornya seharga Rp3 juta dengan cara Cash On Delivery (COD) dan hanya diberikan STNK saja,” ucap Ferdy.

Atas dasar-dasar tersebut, Adi disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 263 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dan atau pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 480 KUHPidana dan atau Pasal 233 KUHPidana dan atau Pasal 406 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman sampai dengan 6 Tahun Penjara.

Dan juga, Pasal 281 dan 288 ayat (1) dan 280 dan 291 ayat (1) dan ayat (2) dan 282 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas. (nad)

Komentar Anda

comments