KPU: Tingkat Partipasi Pemilih di Tangsel Rendah

oleh -
KPU Tangsel saat launching survei tingkat paritisipasi pemilih. Foto: Nad

Palapanews.com- Tingkat partisipasi pemilih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama ini tergolong rendah. Bahkan, Tangsel masuk dalam 45 kabupaten/kota dengan tingkat paritisipasi paling rendah se-Indonesia, yakni tak lebih dari 72 persen.

“Targetnya kan 77,5 persen untuk pilres 2019. Seperti pada Pemilihan Legislatif 2014 lalu tingkat partisipasi pemilih hanya 67 persen,” kata Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tangsel, Ade Wahyu Hidayat dalam Launching Hasil Survei Tingkat Partisipasi Masyarakat di kantor KPU Tangsel, Kamis (9/1/2019).

Pada tahun yang sama di ajang Pemilihan Presiden partisipasi pemilih naik menjadi 69 persen. Kemudian pada Pemilihan Walikota 2015, partisipasi pemilih merosot tajam menjadi 57 persen. Dua tahun berikutnya di Pemilihan Gubernur Banten naik menjadi 62 persen.

Dirinya menyatakan, melihat deretan angka di atas KPU Tangsel melakukan survei partipasi pemilih pada 16 hingga 20 Desember 2018 lalu. Ini dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya titik lemah masyarakat Tangsel sehingga tidak hadir untuk memilih.

“Kami menyadari untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih tidak dapat bekerja sendirian. Perlu kerjasama secara masif yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, partai politik, organisasi kemasyarakatan hingga media massa,” bebernya. (nad)

Komentar Anda

comments