Menkopolhukam Apresiasi Independensi Mathla’ul Anwar

oleh -380 views
Menkopolhukam Wiranto pada pembukaan Rakernas Mathla'ul Anwar. Foto: Rob

Palapanews.com- Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengapresiasi independensi Mathla’ul Anwar (MA). Apresiasi ini diberikan lantaran sejak berdiri pada 1916 silam, MA yang menjadi salah satu ormas islam tertua di Indonesia ini tidak pernah berpolitik praktis.

“Apresiasi untuk independensi Mathla’ul Anwar. karena sejak berdirinya seratus tahun lalu, Ormas ini tidak terlibat politik praktis,” kata Wiranto saat membuka Rakernas II Mathla’ul Anwar di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasehat Mathla’ul Anwar ini juga mengimbau seluruh warga MA untuk menjaga dan mewariskan semangat toleransi bangsa. Karena kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat toleransi dan semangat kebangsaan, jika tidak ada keduanya maka tidak ada NKRI.

“Merawat NKRI harus kita wujudkan sebagai implementasi dari UUD 1945 yaitu cita-cita negara: merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan begitu, Indonesia terjaga keamanannya,” tandasnya.

Sebagai informasi, Mathla’ul Anwar merupakan Ormas Islam yang didirikan pada Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah Ulama dan Tokoh Masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Organisasi yang fokus pada bidang dakwah, pendidikan dan sosial ini didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah pada 18 November 1912 M oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta, lalu kemudian setelah 10 tahun Mathla’ul Anwar berdiri, barulah NU berdiri pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asy’ari di Surabaya Jawa Timur.

Setelah lebih dari 100 tahun berdiri, Mathla’ul Anwar saat ini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Misi awal pendirian Mathla’ul Anwar adalah melakukan purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churafat). (rls/one)

Komentar Anda

comments