Jokowi Bagikan 10 Ribu Sertifikat Tanah di Tangerang

Palapanews.com- Presiden Joko Widodo kembali membagikan sertifikat tanah bagi warga Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Kali ini, ada 10 ribu sertifikat tanah yang dibagikan di Hall 2 Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (26/9/2018).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan percepatan sertifikat yang dilakukan sejak tahun 2015 ini bertujuan untuk meminimalisir adanya sengketa tanah di Indonesia. Seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang harus di sertifikasi. Saat ini, diakuinya baru 46 juta bidang yang sudah memiliki sertifikat.

“Jadi masih ada 80 juta bidang tanah yang masih harus dibuat dalam kurun waktu 160 tahun kedepan. Tahun 2015 saya perintahkan Menteri ATR/BPN untuk menyelesaikan 5 juta sertifikat tahun ini, tahun depan 7 juta dan tahun depan lagi 9 juta,” katanya.

Ditambahkan Joko Widodo bahwa sertifikat tanah merupakan tanda bukti hukum atas tanah yang sah, sehingga dengan memiliki sertifikat tanah akan mendapatkan legalitas hukum atas tanah yang dimiliki.

“Ini saya paksa Pak Menteri agar menyiapkan sertifikat untuk rakyat, karena saat saya ke daerah manapun yang banyak dikeluhkan adalah masalah tanah, maka saya berikan target untuk Pak Menteri ATR/BPN agar ini harus selesai dan sesuai target,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat penerima serifikat tanah agar memperhatikan dua hal, yakni segera memfoto copy sertifikat tanah yang sudah dimiliki agar ketika hilang punya bukti dan mudah untuk membuatnya kembali.

“Kalaupun harus dijadikan jaminan kredit, namun harus hati-hati dengan cek bunga dan kalkulasi pemasukan dan hitung bunga serta cicilan yang harus disediakan setiap bulan,” beber Jokowi.

Sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, sebanyak 5.000 sertifikat diberikan kepada masyarakat Kota Tangsel dan 5.000 sertifikat untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Saat ini sudah 56 persen, yakni 702.000 bidang yang telah bersertifikat dan 4,7 juta bidang yang belum bersertifikat. Sedangkan target Banten selesai tahun 2023. Sementara Tangsel telah menyelesaikan 703.000 sertifikat, dan target 100 persen bersertifikasi,” jelasnya. (nad)

Komentar Anda

comments