Mahasiswa Usung Tagar Bersama Mengawal Demokrasi

oleh -
Mahasiswa sepakat usung tagar bersama mengawal demokrasi. Foto: Awd

Palapanews.com- Kasus korupsi di tanah air menjadi perhatian semua pihak, termasuk mahasiswa. Organisasi Mahasiswa Islam yang tergabung dalam Cipayung Plus DKI Jakarta bahkan sepakat mengusung tagar #Bersamamengawaldemokrasi.

Usulan itu disampaikan pada diskusi yang digelar Cipayung Plus DKI Jakarta di Insomnik Kafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (13/9/2018) lalu, yang dihadiri sejumlah narasumber, seperti Badko HMI Jabodetabek Banten, KAMMI DKI Jakarta, IMM DKI Jakarta, dan PMII DKI Jakarta.

“Demokrasi saat ini telah kehilangan ruh, masyarakat pun kehilangan kepercayaan,” kata Ketua Umum HIMA PERSIS DKI Jakarta, Zein Abdul Rahim.

Ia menilai, ruh demokrasi adalah keadaban. Demokrasi pancasila adalah demokrasi yang berkeadaban. “Kehilangan adab dalam menjalankan demokrasi akan berbahaya bagi masyarakat,” katanya.

Demokrasi Indonesia hari ini, menurutnya, tidak jelas bentuk dan arahnya. Kebebasan yang digaungkan berakibat dilematis karena prodak yang dilahirkan cenderung korup, dan menciptakan sistem politik kartal, kumpulan pengusaha yang mendidik rakyat dengan uang.

“Ini bagian dari proses demokrasi Indonesia hari ini yang mengakibatkan maraknya money politics dan korupnya para pejabat,” lanjutnya.

Sebagai informasi, diskusi ini digelar sebagai respons atas kondisi demokrasi yang semakin meraut, tidak melahirkan kesejahteraan, kebebasan dan kedamaian serta pudarnya keadaban dalam berdemokrasi hingga munculnya konflik sosial yang berkepanjangan, sistem politik yang melahirkan budaya politik uang, kampanye hitam dan berbagai permasalahan yang krusial lainnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dari tahun 2005-2014, terdapat 3.169 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang terlibat kasus Korupsi. Yang terbaru kasus korupsi anggota DPRD Kota Malang yang menyeret sebanyak 41 anggota. (awd/red)

Komentar Anda

comments