Rupiah Melemah, Harga Tempe di Pamulang Masih Normal

Palapanews.com- Harga kedelai yang merangkak naik seiring nilai kurs mata uang dollar yang hari ini mencapai Rp14891,59 tak berpengaruh terhadap sentra pengrajin tempe di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Harga jual tempe masih normal.

“Belum ada kenaikan. Harga tempe masih seperti biasa, masih normal” kata Ade Mulyadi, pengrajin tempe ditemui di RT 011 RW 010, Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kamis (6/8/2018).

Harga jual tempe yang dipasok ke Pasar Ciputat, menurut Ade masih Rp5 ribu per papan. Sementara kacang kedelai yang digunakannya untuk membuat tempe dibelinya dari koperasi sebesar Rp800 ribu per kuintal.

“Untuk saat ini, saya masih pakai stok kacang kedelai yang lama,” Ade menambahkan.

Meski begitu, Ade memperkirakan bila kurs dollar masih tinggi kenaikan harga tempe baru terjadi sekitar empat hari kedepan.

Menurutnya, kenaikan kurs mata uang asing naik biasanya diikuti melonjaknya harga kacang kedelai. Alasannya karena masih import.

Ade menceritakan, bila harga kacang kedelai naik biasanya komunitas koperasi kacang kedelai dan pengrajin tempe menggelar aksi demo. “Sekarang masih senyap,” tambahnya. (ymw)