1.000 Kader Kesehatan Dibekali Pendidikan Seksual Anak

Palapanews.com- Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengelar seminar kader kesehatan di Graha Widiya Bhakti, Puspiptek, Kamis (26/7) kemarin. Kegiatan bertema “Peran Orangtua Dalam Pendidikan Seksual Pada Anak Usia Dini Hingga Remaja di Era Milenial” ini turut dihadiri oleh 1000 kader kesehatan.

Hadir sebagai narasumber, dr H Boyke Dian Nugraga SpOG Mars dan moderator Melani Putria, sebagai putri Indonesia tahun 2002 lalu. Kemudian, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni yang menyampaikan sambutan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di hadapan para kader.

Bahwa pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan seluruh masyarakat dengan azas berkeadilan. Karena kesehatan adalah hak asasi manusia sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.

Untuk itu diselenggarakan pembangunan kesehatan harus secara menyeluruh dan berkesinambungan, dengan tujuan guna mengingkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Memberikan pendidikan seksual yang baik itu salah satunya dengan cara ilmiah. Orangtua jangan merasa terbelenggu dengan kata tabu. Pertumbuhan seksual dibicarakan dengan baik. Misalnya saat anak remaja mulai menstruasi atau ketika anak laki-laki mulai mimpi basah. Orangtua pun harus fokus pada persoalan biologis dan ekspresi seksual, misalnya saat anak mulai memperlihatkan ketertarikan kepada lawan jenis,” jelasnya.

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Iin Sofiawati mengatakan kegiatan ini rutin dilakuan setiap tahunnya. Tujuanya untuk menambah pengetahun terkait tema yang dibahas soal peran orangtua terhadap anak-anaknya dalam menghadapi era milenial. Sebab anak saat ini sangat gampang memperoleh berbagai informasi melalui berbagai media.

“Kita ingin memberikan refresing ibu kader untuk menambah wawasan, menambah ilmu karena mereka adalah untung tombak di lapangan sebagai mitra kita Dinas Kesehatan. Juga sebagai mitra kita puskemas sehingga harus ditambah ilmunya,” katanya.

Berbagai pihak yang turut diundang di antaranya PKK, Forum Kota Sehat, Forum Anak dan lain-lain. Dengan harapan melalui seminar ini ada banyak ilmu yang diperoleh untuk ditularkan kepada lingkungan sekitar dalam upaya mencegah hal-hal yang tidak diharapkan oleh para oangtua terhadap anaknya akibat teknologi saat ini.

“Kita juga mengundang PKK, Forum Kota Sehat serta Forum Anak. Penting sekali diketahui ibu-ibu bagaimana mengontrol anak-anak. Tema ini sangat terkait dengan peran kader di lapangan yang menangani Posyandu dan Posbindu, kemudian para kader juga memiliki keluarga yang harus mereka lingdungi,” tambahnya.

Diharapkan setelah kader kesehatan mengikuti seminar, mereka dapat menginformasikan kepada masyarakat di lingungan agar orangtua lebih mengerti dan bijak. Anak perlu diarahkan pada hal-hal yang baik. peran orangua sangat mempengaruhi anak dari penggunaan internet tidak tepat sasaran.

“Dengan zaman sekarang banyak sekali teknologi canggih melalui youtube, televisi media sosial anak sangat mudah. Jika tidak dibiarkan edukasi yang benar khawatirnya anak-anak salah mempergunakan. Kader nanti mensosialisasikan kepada para orangtua,” bebernya.

Sementara itu, dr Boyke diundang sebagai narasumber, karena memang pakar dibidangnya dalam persoalan seks usia. Mudah-mudahan ibu-ibu kader menyampikan kepada Posbindu dan Posbindu disampiakan kepada para orangtua. (nad)

Komentar Anda

comments