Sektor Perdagangan dan Jasa Penopang Utama Ekonomi Tangsel

oleh -
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Foto: Dok

Palapanews.com- Sektor perdagangan dan jasa menjadi salah satu penopang ekonomi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Terlebih, saat ini tercatat ada 683 perusahaan importir dan delapan perusahaan eksportir aktif di wilayah ini.

“Perdagangan barang dan jasa merupakan kegiatan usaha yang cukup dominan bagi pergerakan roda perekonomian Kota Tangsel. Potensi ini diharapkan kota Tangsel mampu dan siap untuk masuk dan turut serta secara aktif dalam perkembangan dunia usaha di tingkat nasional maupun internasional,” kata Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dalam sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor di Serpong, Kamis (26/4) lalu.

Airin berharap para importir dapat melakukan upaya untuk mengembangkan ekspor produk Indonesia ke negara-negara yang saat ini menjadi eksportir ke negara Indonesia.

“Dengan begitu neraca perdagangan bisa lebih berimbang,” Airin menambahkan.

Untuk menunjang kelancaran dan percepatan usaha perdagangan bagi pengusaha terutama importir dan eksportir, pemerintah pusat telah memfasilitasi dengan regulasi berupa kebijakan mengenai perdagangan ekspor-impor, serta penyederhanaan dalam proses perizinan dan transaksi serta pendukung lainnya,

selain menunjang kelancaran dan kecepatan usaha, pemerintah juga berupaya mereformasi mekanisme dan sistem pelayanan perdagangan secara terus menerus dengan harapan pelaku usaha (eksportir dan importir) dapat bertahan dan bersaing pada perdagangan global.

Pemerintah telah mengambil kebijakan di bidang impor dengan menetapkan peraturan menteri perdagangan nomor. 48 tahun 2015 tentang ketentuan umum di bidang impor, dan peraturan menteri keuangan nomor. 17/pmk.010/2018 tentang penetapan sistem klasifikasi barang dan pembebanan tarif bea masuk atas barang impor.

Sementara Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana menjelaskan pemerintah kota hadir sebagai fasilitator. Sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dokumen ekspor dan impor bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada pelaku usaha tentang aturan dan prosedur perdagangan luar negeri dan kepabeanan, Maya menambahkan.

“Tujuannya terjalin hubungan yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga diharapkan dapat mampu meningkatkan volume dan nlai ekspor produk Indonesia serta meminimalisir atau bahkan menurunkan volume nilai impor Negara Indonesia dengan lebih mencintai produk-produk Indonesia,” tandasnya. (hms/one)

Komentar Anda

comments