Pengidap HIV/AIDS di Kota Tangerang Tembus 1.361 Kasus

oleh -

Palapanews.com- Pengidap penyakit menular HIV/AIDS di Kota Tangerang terbilang cukup tinggi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Asda II Pemkot Tangerang, Muhtarom.

“Totalnya ada 1.361 kasus,” ujar Muhtarom saat dijumpai saat acara Akselerasi Pokja Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/4).

Dari angka tersebut terhitung dari tahun 2004 – 2017. Ia pun mengungkapkan penyebab dari persoalan ini. “Penyebab utamanya seksual secara umum atau pergaulan bebas,” ucapnya.

Menurutnya, banyak warga Tangerang yang tertular dari penyakit tersebut. Mulai dari anak – anak kecil hingga kaum ibu-ibu. “Trend-nya dari tahun ke tahun memang meningkat,” kata Muhtarom.

Oleh karena itu, dibentuklah Pokja guna mencegah serta menanggulangi masalah ini. Dibuat tim khusus di tiap Kelurahan.

“Kami bentuk tim untuk mencari sejumlah warga yang terjangkit HIV AIDS. Tujuannya untuk mengobati dan mencegah agar tidak menular lagi,” ungkapnya.

Muhtarom menyebut masyarakat yang terjangkit banyak yang merasa malu. Hal itu pun menjadi kendala bagi pihaknya.

“Sehingga mereka yang terkena HIV/AIDS ini tidak terbuka, makanya kami melakukan pencarian. Dan juga yang paling penting membangkitkan semangat hidupnya,” imbuh Muhtarom.

Ia merinci penyakit ini merata menyebar di tiap Kecamatan yang berada di Kota Tangerang. “Paling banyak itu kasusnya di Cipondoh karena jumlah penduduknya yang memang padat,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono menambahkan tim khusus atau Pokja pencegahan HIV Aids ini memang perlu dilakukan. Dengan melibatkan semua unsur baik itu di Bandara Soetta hingga wilayah yang berdekatan yakni Kota Tangerang.

“Ini dalam rangka untuk ikut serta melakukan sosialisasi,” jelas Anung.

Kampanye HIV/AIDS juga terus digaungkan. Dengan cara pemeriksaan gratis bagi masyarakat di Bandara Soetta.

“Upaya pencegahan supaya tidak tertular dan yang sudah tertular dapat segera diobati. Setidaknya menghapus stigma sosial terhadap penyakit dan faktor resiko HIV Aids ini,” paparnya. (ydh)

Komentar Anda

comments