Palapanews.com- Warga Tangerang Selatan (Tangsel) kembali berunjuk rasa menolak proyek tol Serpong-Cinere yang melintasi Situ Sasak, Pamulang. Aksi unjuk rasa kali keempat ini digelar di Balaikota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Kamis (22/3/2018).
Unjuk rasa yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia itu sempat diwarnai tarik-menarik keranda mayat yang dibawa pendemo hingga berujung baku hantam. Setiap terdengar suara tiupan peluit para aktivis kompak melayangkan kartu merah yang ditujukan untuk Pemerintah Kota Tangsel.
“Kalau mau transaksi jual beli atau tawar menawar silahkan ke pasar induk atau pasar jongkok saja,” kata Nurhafiz Fidon, koordinator pendemo.
Selanjutnya para aktivis membakar keranda mayat. Kobaran api membesar karena rakitan keranda mayat sebagai simbol kematian itu terus disiram bahan bakar minyak.
Kepala Seksi Dalops Satpol PP Kota Tangsel, Taufik Wahidin, coba menawarkan aktivis bertemu dengan Asisten Daerah I, Rahmat Salam yang menunggu di dalam gedung pusat pemerintahan. Tapi tawaran tersebut langsung ditolak.
“Kemarin kami sudah diterima staf ahli. Ahli tipu-tipu,” teriak Fidon disambut gelak tawa aktivis lainnya. (one)
