Panitia MTQ ke-19 Kota Tangerang, Diduga Mencuri Listrik

oleh -

Palapanews.com- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-19 Tingkat Kota Tangerang resmi dibuka. Namun, dihari pertama event tahunan tersebut terjadi kesalahan yang dilakukan oleh panitia. Pasalnya, panitia ketahuan melakukan pencurian listrik.

Hal tersebut terungkap karena secara tetang-terangan panitia mengambil listrik di salah satu tiang listrik tidak jauh dari lokasi tenda bazzar. Dan, listrik tersebut diperuntukan bagi tenda bazzar umkm di area jalan utama.

Mengetahui adanya tindak pencurian, pihak PLN kemudian turun langsung ke lapangan dan menegur panitia penyelenggara. “Maaf panitianya mana ya? Ini kenapa ada sambungan listrik seperti ini?” ucap salah seorang pegawai PLN Area Cikokol, Tasripin.

Akhirnya, lanjut Tasripin, pihaknya mengejar hingga perangkat RW yang menjadi penanggungjawab tersebut. “Alhamdulillah saya kenal baik dan ketika diberi penjelasan dan pemutusan tidak terjadi gesekan dan situasi kondusif,” tukasnya.

Berdasarkan informasi dari RW setempat, sumber kelistrikan tenda utama dan panggung menggunakan genset yang disediakan, namun untuk stand-stand penjualan diurus RW setempat.

Meski begitu, pihak panitia acara enggan berkomentar banyak terkait tindakan tidak terpuji tersebut.

Sementara Manajer PLN Area Cikokol, Edy Muktasim Billah membenarkan hal tersebut. “Betul ada tindakan tidak terpuji. Kita menyayangkan karena hal itu terjadi pada event besar Kota Tangerang. Namun di satu sisi saya bertetimakasih karena panitia mau diajak kerjasama drngan mengikuti jalur yang benar,” tuturnya.

Selain itu, dirinya menambahkan guna mengurangi pencurian listrik seperti yang terjadi pada gelaran MTQ ke-19. Dirinya mengatakan PLN memiliki SPLU yang memudahkan masyarakat terhadap kebutuhan listrik.

“Jadi setiap masyarakat atau siapa saja yang punya hajat, bisa meminta ke PLN terkait kebutuhan listriknya,” tutur Edy.

Penghematan listrik dikatakan untuk bagaimana kedepan bisa menghemat energi fossil untuk generasi anak cucu. (ydh)

Komentar Anda

comments