Ngaku tak Salah, Ini Cerita 2 Terdakwa Pembunuh Eno di Hadapan Hakim

oleh -
2 terdakwa pembunuh sadis terhadap Eno menjalani sidang di PN Tangerang. (pp)
2 terdakwa pembunuh sadis terhadap Eno menjalani sidang di PN Tangerang. (pp)

Palapanews.com- Terdakwa pembunuh Eno Farihah (24) dengan menggunakan gagang cangkul yakni Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriyadi (24) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Rabu (1/2/2017). Mereka keukeuh mengaku tak terlibat dalam peristiwa pemerkosaan serta pembunuhan sadis itu.

Sidang pada hari ini beragendakan nota keberatan. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa ini hukuman mati.

“Saya bukan pelaku sebenarnya,” ujar Imam saat membacakan pembelaannya di PN Tangerang pada Rabu (1/2/2017).

Imam berniat hanya ingin menanyakan kabar korban. Namun dirinya tiba – tiba saja ditetapkan sebagai tersangka.

Hal senada dengan apa yang disampaikan Rahmat. Rahmat secara tegas mengaku tak terlibat. Ia mempertanyakan statusnya sebagai tersangka lantaran hanya mengirim SMS. Rahmat berharap agar Majelis Hakim berpikir ulang sebelum memberi putusan.

“Apa kah SMS bisa membuat saya menjadi tersangka? Tolong tinjau kembali yang mulia hakim,” ucap Rahmat.

Imam menambahkan dirinya sempat diancam oleh polisi untuk mengakui sebagai pelaku. Bahkan ia menyebut ada anggota polisi yang menodongkan senjata apinya saat memberi ancaman tersebut.

“Saya diancam dengan senjata api. Saya yang tidak bersalah terpaksa harus mengakui,” kata Imam.

Hal tersebut membuat Imam tertekan. Rasa takut yang dialami terpaksa membuatnya mengaku terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Rahmat juga mengaku turut mendapat intimidasi dari polisi. Petugas memaksa agar Rahmat mengakui sebagai pelaku.

“Mata saya ditutup dengan lakban. Kepala saya dipukul dan dipaksa makan puntung rokok. Akhirnya saya terpaksa mengaku,” pungkasnya. (pp)

Komentar Anda

comments