Infrastruktur TPA Rawa Kucing Buruk, Mobil Sampah Kerap Ambles

oleh -
Aktivitas di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang. (pp)
Aktivitas di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang. (pp)

Palapanews.com- Infasrtruktur penunjang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing yang menampung sekitar 1200 ton sampah per harinya butuh perhatian lebih. Pasalnya, akses untuk menuju titik pembuangan dan juga lintasan mobil pengangkut sampah masih buruk.

Saat ini Pemkot Tangerang gencar melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Namun hal tersebut tidak dibarengi dengan perbaikan infrastruktur yang memadai di TPA Rawa Kucing secara serius.

“Dengan kuota sampah 1200 ton per harinya pihak TPA klaim membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah Kota Tangerang,” kata Kepala UPTD TPA Rawa Kucing, Masan, Selasa (4/1/2016).

Ia mengaku, untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di TPA ini tidaklah sulit. Namun demikian, dirinya mengaku saat ini terkendala pada beberapa hal yang menjadi faktor utama dalam melakukan pengelolaan sampah.

“Pertama yang penting dalam melakukan pembuangan sampah yaitu akses. Saat ini kami hanya diberikan kurang lebih 150 balok beton itupun dari pengajuan tahun 2014. Padahal kebutuhan yang kami perlukan lebih dari 500 meter,” jelasnya.

Sedangkan seharusnya kebutuhan balok beton menjadi landasan dan kepentingan utama untuk akses mobil yang hendak menurunkan muatan sampah. Pasalnya, mobil pengangkut sampah tak bisa berjalan di atas tumpukan sampah, sehingga banyak mobil yang amblas dan menyebabkan kemacetan yang panjang.

“Karena menurut saya dengan akses yang bagus maka kerja kami juga akan semakin maksimal. Jadi kalau semua itu dapat terpenuhi saya rasa tidak akan ada mobil yang mengantre terlalu lama lagi di depan,” ungkapnya.

Masan melanjutkan dirinya sangat berharap agar rencana besar pembangunan PLTSa  yang sedang dalam tahap perencanaan itu harus dibarengi dengan perbaikan infrastrukturnya.

“Kami hanya mencintai kota ini, kami cinta kebersihan saya sangat berharap agar permasalahan sampah dapat diutamakan,” pungkasnya. (pp)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.