Budpar Tangsel Gelar Workshop Kebudayaan

oleh

budpar-tangsel-gelar-workshop-kebudayaan

Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Workshop Kebudayaan Kota Tangsel di Hotel Ibis Gading Serpong, Tangerang pada Rabu, 7 Desember 2016 hingga Jumat, 9 Desember 2016.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan Tangsel merupakan sebuah kota yang memiliki beragam suku dan etnis. Hal ini menjadikan kota Tangsel bisa dikatakan sebagai Indonesia dalam skala kecil.

“Kemajemukan itu yang membuat pemerintah daerah terus berusaha untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang ada, tanpa menghilangkan kebudayaan lokal yang telah lebih dulu ada. Karena kemajemukan itulah kota Tangsel berusaha dan menentukan jati diri kota,” ungkapnya.

Dengan kegiatan ini, kata Walikota, dapat memberikan semangat kepada para pelaku seni dan budaya dalam menciptakan ciri, ikon, dan jati diri Kota Tangsel.

“Kedepannya, setelah jati diri kota teridentifikasi maka tujuan kota Tangsel yang memiliki visi kota cerdas modern dan religius bisa terwujudkan dengan tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal, ” paparnya.

Sementara, menurut Kepala Kantor Budpar Tangsel Yanuar, kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi yang ada oleh para pelaku seni dan pemerhati budaya, sehingga jati diri Tangsel dapat segera terwujud.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan efek positif bagi pengembangan dan pelestarian budaya yang ada di Kota Tangsel,” bebernya.

Kegiatan ini juga dapat memotivasi para pelaku seni dan budayawan untuk dapat berkontribusi kepada pemkot Tangsel dalam seni budaya.

Dalam workshop ini terdapat beberapa materi kegiatan, yakni nilai-nilai kearifan lokal kota Tangsel yang dibelawakan oleh Uten. Sunda, Cina, Betawi sebagai arus besar keragaman kota Tangsel dibawakan oleh Professor Murudi. Pengembangan nilai-nilai kultur kebudayaan di tengah dinamika modernitas oleh Ahmadun. Literasi seni budaya kota Tangsel oleh Sobir Poer.

“Peserta workshop ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari para pelaku seni dan budaya yang terhimpun di dalam Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS), mahasiswa dan ketua komunitas yang ada di Tangsel, ” jelas Yanuar.(nad)

Komentar Anda

comments