Giant Extra Alam Sutera Jual Makanan Bernomor PIRT Jadul

oleh -
Petugas Disperindag saat sidak di Giant Extra Alam Sutera. (man)
Petugas Disperindag saat sidak di Giant Extra Alam Sutera. (man)
Petugas Disperindag saat sidak di Giant Extra Alam Sutera. (man)

Tangsel, PalapaNews.com – Pusat belanja modern Giant Extra Alam Sutera di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tak patuh aturan lantaran menjual makanan yang nomor izinnya tidak sesuai.

“Maksud makanan yang izinnya tidak sesuai ini adalah yang nomor Produk Indusri Rumah Tangga (PIRT) masih menggunakan nomor yang lama, terlihat dari 12 nomor PIRT yang tertera di kemasan, padahal memasuki tahun 2015-2016 PIRT sudah harus diperbaharui dan digit angka sudah 15 nomor yang tertera dikemasan,” kata Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kota Tangsel Anton Wibawa.

Untuk produk yang nomor PIRT belum diperbaharui, kata Anton, pihaknya akan menarik dari peredaran sampai produk tersebut mengurus izin yang terbaru dan sudah diatur dalam undang-undang.

“Ada puluhan produk yang nomor PIRT belum diperbaharui seperti keripik kentang ukuran besar, bakpia, snack lidah kucing, 20 pcs kembang tahu kering, 9 pcs keripik singkong ukuran kecil, 25 pcs abon,” ujarnya.

Selain menarik produk yang nomor PIRT belum diperbaharui, pihaknya juga menemukan 30 pcs mie instan cup merk Giant yang sudah mendekati waktu kadarluasa.

Manager Groseri Giant Extra Alam Sutera Yasin mengatakan, ia tidak tau menahu tentang produk rumah tangga yang nomer PIRT belum diperbaharui. Menurut Yasin semua barang- barang yang ada di tempanya dipasok langsung dari kantor pusat Giant.

“Untuk nomer PIRT ini saya ngga tau, soalnya barang- barang disini langsung dikirim dari kantor pusat. Nanti saya akan berkoordinasi lagi dengan kantor pusat mengenai nomer PIRT yang belum di perpanjang ini,” ungkapnya.

Yasin juga mengatakan, nantinya makanan produk industri rumah tangga yang nomor PIRT belum di perpanjang akan ditarik dari display di Giant Alam Sutera agar makanan tersebut tidak terjual kepada masyarakat luas. (man)

Komentar Anda

comments