ASJ: Reklamasi Pantai Jakarta Cuma Untungkan Pengusaha

oleh
Ilustrasi Reklamasi Pantai Utara Jakarta. (bbs)
Ilustrasi Reklamasi Pantai Utara Jakarta. (bbs)
Ilustrasi Reklamasi Pantai Utara Jakarta. (bbs)

Jakarta, PalapaNews — Aliansi Selamatkan Jakarta (ASJ) menolak reklamasi pantai utara Jakarta, yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Reklamasi pantai yang selama ini dilakukan di kawasan Jakarta, dinilai tidak mendesak untuk dilakukan dan seharusnya dikaji secara kompereshif.

Deni Iskandar, Koordinator Aliansi Jakarta menilai reklamasi pantai yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta terlalu tergesa-gesa. Ia juga menuding Pemprov DKI tidak memiliki kajian yang mendalam tentang dampak lingkungan dan dasar hukum yang digunakannya.

“Pemerintah perlu mengkaji secara komperenshif. Selama inikan Pemprov tidak pernah melakukan sosialisasi, bahkan agenda Reklamasi ini tidak Transparan” kata Deni dalam keterangan pers yang dikirim ke PalapaNews.com, Sabtu (26/3/2016).

Selanjutnya, masyarakat Jakarta juga menilai, Reklamasi Pantai ini tidak mendesak untuk dilakukan, dan jika dikaji pun yang diuntungkan dibalik agenda Reklamasi ini, pihak Swasta, bukan masyarakat Jakarta.

“Reklamasi ini bukan untuk kepentingan masyarakat Jakarta , akan tetapi kepentingan pengusaha hitam, salah satunya, Agung Podomoro Group dan Tomy Winata. ungkap Deni, dalam siaran persnya, di Jakarta.

Ia juga mengaku segera membeberkan skenario di balik reklamasi pantai Jakarta. “Kami akan membeberkan data-data, siapa saja yang bermain dalam mega proyek reklamasi pantai ini, tidak sedikit anggaran yang harus dikeluarkan dalam mega proyek reklamasi pantai ini.”

Kucuran dana reklamasi pantai ini, lanjut Deni, mencapai Rp5,40 triliun. “Angka nominal ini berdasarkan data yang kami pegang. Anggaran Reklamasi ini, perlu diaudit sebenarnya, karena ini sudah menyangkut persoalan negara,” tegasnya. (one)

Komentar Anda

comments