Polsek Pondok Aren Juga Bekuk Oknum Asosiasi Tenaga Kerja

oleh -
PT Citra Kartini Mandiri, perusahaan yang menjadi objek pemerasan oknum wartawan. (hen)
banner 300250
PT Citra Kartini Mandiri, perusahaan yang menjadi objek pemerasan oknum wartawan. (hen)
PT Citra Kartini Mandiri, perusahaan yang menjadi objek pemerasan oknum wartawan. (hen)

PalapaNews- Selain menangkap oknum wartawan berinisial RS, jajaran Polsek Pondok Aren ternyata menangkap juga seorang oknum dari asosiasi ketenagakerjaan berinisial BP.

Keduanya, diduga telah melakukan pemerasan terhadap salahsatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyalur asisten rumah tangga yakni PT Citra Kartini Mandiri di Jalan Kucica, Bintaro sektor 9, Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Pondok Aren.

“Kedua pelaku ditangkap pada Selasa (12/1/2015) sore atas laporan pihak perusahaan,” kata Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Agung S Aji ditemui di kantornya, Rabu (13/1/2016).

Adapun modus yang dilakukan komplotan ini, dengan berpura-pura melakukan pengecekan terhadap legalitas perusahaan tersebut.

“Dia (pelaku-red) datang ke perusahaan tersebut untuk mengecek surat-surat dan legalitas perusahaan,” kata Agung.

Agung menjelaskan bahwa para pelaku akan melaporkan legalitas perusahaan tersebut ke Bareskrim Mabes Polri dan mengancam akan dimasukan ke media.

“Pelaku sebelumnya minta uang ke perusahaan dan dikasih Rp5 juta,” ujar Agung seraya menjelaskan uang sebesar Rp5 juta diberikan pada pelaku pada tanggal 24 Desember 2015 lalu.

Dalam aksinya, pelaku sempat menghubungi perusahaan melalui telepon dengan maksud untuk meminta uang sebesar Rp100 juta. Kemudian, lanjut Agung, pihak perusahaan hanya bisa memberikan uang sebesar Rp30 juta.

“Dikasih 30 juta rupiah tidak mau, pelaku minta 60 juta rupiah,” tutur Agung.

Dari tangan pelaku, menurut Agung, pihaknya menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp30 juta, selembar kwitansi yang diberikan perusahaan sebesar Rp5 juta, dua buah id card, serta sebuah mobil Toyota Avanza warna putih bernomor polisi B 1674 KRV.

Ditanya pasal yang akan dikenakan pelaku, Agung mengatakan bahwa keduanya akan dijerat dengan pasal 368 tentang pemerasan dan diancam kurungan 9 tahun.

“Mereka akan dijerat pasal pemerasan, dimana hukumannya 9 tahun penjara,” tandasnya. (hen)

Komentar Anda

comments