Soal Bandara dan Aset, Arief Minta Bantuan Kejati

oleh -
Walikota Tangerang saat berkunjung ke Kejati Banten. (ist)
Walikota Tangerang saat berkunjung ke Kejati Banten. (ist)
Walikota Tangerang saat berkunjung ke Kejati Banten. (ist)

Palapanews- Pemkot Tangerang meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk membantu menemukan pemecahan masalah secara hukum yang terjadi di Kota Tangerang, khususnya soal keberadaan Bandara Soekarno Hatta serta polemik aset dengan Pemkab Tangerang.

“Bandara lokasinya di Kota Tangerang, tapi kontribusi yang kami terima tidak sebanding dengan masalah yang kami dapatkan, bahkan hingga saat ini kalau kita mendarat selalu disebutkan Bandara Soetta, Jakarta,” kata Walikota Tangerang Arief R Wismanysah di Aula Kejati Banten, Serang, Senin (21/9/2015)

Bandara internasional itu, menurut Arief masih menyimpan pekerjaan rumah yang melibatkan dua wilayah di dalamnya, Kota dengan Kabupaten Tangerang. Permasalahan garis batas wilayah antara keduanya belum dapat ditentukan, karena titik batas wilayahnya tepat berada di landasan pesawat.

“Masalah patok ini juga kami mohon pendampingan secara hukum Pak Kajati, karena kami tidak bisa membuat sertifikatnya kalau tidak ada tanda batas diantara keduanya,” Arief menambahkan.

Tak hanya itu, ada persoalan lain juga yang kini masih belum terpecahkan. Salah satunya, soal aset Pendopo Kabupaten dan juga Stadion Benteng. Arief berharap melalui bantuan dari Kejati, kedua belah pihak mendapatkan titik temu, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan secara hukum.

“Banyak aset kabupaten yang keberadaannya di kami, dan kondisinya pun tidak terawat, sementara kami tidak bisa memperbaiki karena status kepemilikannya.” (nai)

Komentar Anda

comments