Gelombang PHK Mulai Terjadi di Tangsel

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

Palapanews- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), seiring terus melemahnya rupiah dan lesunya pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ada laporan ke kami dari 50 buruh yang terancam PHK oleh perusahaan. “Ini merupakan imbas dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika,” kata Nurohmah Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, Nurohmah.

Melemahnya nilai tukar rupiah, diakuinya berimbas terhadap sektor produksi. Pasalnya, harga bahan baku juga turut terkerek seiring anjloknya nilai tukar rupiah. “Harga kebutuhan pokok pun meningkat,” Nurohmah menambahkan.

Modal perusahaan yang banyak tergerus di sektor produksi, menurutnya mau tak mau harus memangkas tenaga kerja. “Sudah ada 50 orang yang mengadu ke kami tetapi mereka masih dalam proses PHK. Mereka dari berbagai perusahaan,” ungkapnya.

SBSI, diakuinya sudah melanjutkan aduan tersebut ke Dinas SOsial Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) terkait laporan buruh terancam PHK. Pihaknya, juga melakukan komunikasi dengan perusahaan untuk menyiasati agar tidak sampai terjadi pemutusan hubungan kerja.

“Salah satu solusi yang kami adalah mengganti shift bekerja bagi karyawan. Ini bisa menghemat bahan bakar dan listrik yang digunakan oleh perusahaan agar para buruh yang bekerja tidak di PHK,” tandasnya. (one)

Komentar Anda

comments