UMN Hadirkan 4 Wanita Pakar Teknik di Seminar Hari Kartini

oleh -

Seminar Wanita di UMNPalapa News- Memperingati Hari Kartini, 21 April 2013, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menghadirkan wanita-wanita jagoan yang berkiprah di dunia teknologi dalam  acara Seminar and Talkshow, Sabtu ( 20/4/2013) bertempat di Executive Lounge, Lt. 7, Gedung Rektorat UMN.

Seminar yang mengangkat tema “Women in Engineering : Network Strategy untuk Bertahan dan Berkarya di Ranah Engineering” ini, sangat menarik para peserta yang sebagian besar kaum hawa dari berbagai profesi seperti guru, dosen, karyawati dan mahasiswi.

Dari keempat pembicara yang hadir peserta seminar bisa belajar banyak tentang bagaimana cara mereka agar tetap bertahan dan terus berkarya di bidang teknik yang notabene masih didominasi kaum laki-laki. Keempat pembicara yang merupakan pakar di bidang teknik itu terdiri dari ; Prof. Muliawati G. Siswanto, M. Eng. Sc, ahli di  bidang Sistem Komputer UMN, Trisna Frizzanty, Ph.D (Head of Research Division) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M. ahli Teknik Elektro Universitas Indonesia merangkap moderator dan Agnes Irawati dari Multicom.

Trisna Frizzanty mengaku begitu berat tantangan yang dihadapinya saat menjalani studinya di Amerika maupun saat menjalani profesinya di lingkungan kerja sebagai peneliti. Pergolakan kepentingan antara belajar, karier dan keluarga harus dijalaninya. Namun, berkat dorongan dari orangtua dan kecerdasannya mengatur strategi serta dukungan kemajuan tehnologi masa-masa sulit itu dapat dilaluinya.

“Limit (keterbatasan) wanita dari persepktif gender bisa menjadi ide untuk inovasi tekhnoogi yang dapat digunakan memperkecil keterbatasan itu,” ungkapnya.

Contohnya, lanjut Trisna, tali untuk pegangan penumpang dalam bus umum dibuat ada yang lebih panjang ukurannya agar penumpang wanita mampu menjangkaunya.Karena umumnya ukuran tubuh wanita lebih pendek dari laki-laki.

Sementara Prof Muliawati, mengungkapkan gap antara wanita dengan laki-laki saat ini di Indonesia menjadi llebih kecil di bidang engineering dengan semakin majunya teknologi komputer. Namun, Muliawati pun mengakui kelancaran proses dalam menjalani kariernya tidak terlepas dari peran dan dukungan kedua orangtunya. Dan tidak kalah pentingnya juga dukungan dari suami. “Jadi carilah suami yang baik,” tegasnya.

Sementara Agnes dari Multicom, berharap peran masyarakat dan media untuk mendorong pemerintah di tingkat kebijakan membuat peraturan atau mensubsidi terkait fasilitas prasaran bagi kemudahan peran perempuan dalam berkarier atau dalam pekerjaannya. Salah satunya dengan mengimbau para pelaku bisnis, misalnya. (bud)

Komentar Anda

comments