Warga Mengeluh, Galian Pipa Air Perumda TKR di Karawaci Bikin Semrawut

Palapanews.com- Proses penggalian pipa air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang membuat pengguna kendaraan mengeluh lantaran hanya satu jalur yang bisa dilintasi oleh pengguna kendaraan.

Proses penggalian pipa air bersih ini berlokasi di Jalan M.Toha dan Jalan Proklamasi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang membuat kemacetan yang cukup padat serta adanya galian pipa yang tidak dibenahi secara benar.

Mahfud, salah satu pengguna sepeda motor mengatakan, jika galian pipa ini membuat aktvitasnya terhambat karena hanya satu jalur saja yang bisa digunakan, sedangkan jalur yang lainnya digunakan untuk menaruh pipa, peralatan, serta tanah galian.

“Biasanya galian pipa air ini tidak separah ini, tapi hal seperti ini kenapa terjadi ya di Kota Tangerang,” paparnya.

Selain membuat macet, Mahfud menambahkan, jika galian pipa air ini juga berdampak negatif bagi pengguna kendaraan. Sebab, ada galian pipa yang tidak dirapikan kembali, dan tergenang air.

“Kalau gak diberesin bisa membuat pengguna sepeda motor seperti saya celaka karena galian gak diberesin lagi,” ungkapnya seraya menambahkan, proyek galian pipa air ini harus benar-benar diperhatian oleh pemiliknya agar masyarakat tidak dirugikan.

“Coba itu Pak Bupati Tangerang untuk turun tangan agar masyarakat tidak dirugikan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Agus, dimana proyek galian perpipaan ini membuat kemacetan yang sangat panjang karena kurangnya sosialiasi pekerjaan proyek. “Seharusnya dibikin sosialisasi serta dibuatkan amdal lalu lintasnya sehingga masyarakat tidak terganggu,” ucapnya secara singkat.

Sementara itu, Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin BJ menyampaikan, proyek galian pipa air bersih ini memang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Tangerang. Namun, harus juga diperhatikan aspek lalu lintasnya. Sebab, Jalan M.Toha dan Jalan Proklamasi merupakan jalur yang sangat padat untuk dilintasi.

“Seharusnya Perumda Tirta Kerta Raharja harus peka dan memperhatikan semua hal, seperti amdal lalin atau dibuatkan rekayasa lalu lintas, sehingga para pengguna kendaraan tidak terganggu,” tegas Hasanudin BJ.

Pria berkepala plontos ini juga menerangkan, kemacetan panjang atas galian pipa air ini merupakan kelemahan sistem dari Perumda Tirta Kerta Raharja, dan harus segera dibenahi. Jika terus dibiarkan seperti ini sebaiknya Pemerintah Kota Tangerang turun tangan untuk menghentikan proyek tersebut.

“Selain kemacetan yang rutin terjadi. Macet juga ditambah galian pipa air yang tidak dibenahi membuat masyarakat tidak nyaman dan terganggu, jangan seenaknya juga meninggalkan galian yang masih berantakan,” jelanya.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaky Iskandar ketika dikonfirmasi soal galian pipa di kawasan Kecamatan Karawaci melalui aplikasi pesan singkatnya mengarahkan untuk mengkonfirmasi ke Perumda TKR. “Silahkan konfirmasi ke PDAM,” katanya secara singkat.

Dewan Pengawas Perumda TKR, Mochamad Maeysal Rasyid ketika dikonfirmasi terkait galian pipa di Kecamatan Karawaci melalui aplikasi pesan singkatnya tidak merespon.(ydh)