Palapanews.com- Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) yang berlokasi di Jalan Maleo Raya, Sektor 9, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan menyediakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) berisi sekitar 200 Kilogram (Kg) beras yang diperuntukan kepada mustahiq atau orang yang berhak menerima.
Proses pengambilannya Mesin ATM Beras bernama ELBO Smart Rice Dispenser karya Institut Teknologi Bandung (ITB) ini cukup mudah, yakni dengan menempelkan kartu yang sudah diberikan berwarna putih ke mesin ATM Beras .
“Rencananya ini sudah lama, tapi baru dimulai sejak bulan ramadhan tahun ini untuk memberikan pelayanan kepada mustahiq yang berlokasi di ring 1 atau jarak 1 kilo dari masjid dan Ring 2 dari jarak 2 kilo dari masjid,” kata Koordinator Pelaksana Kegiatan MRBJ, Usman Shofi, Selasa (29/5/2018).
Disebutkan bahwa ring 1 meliputi wilayah Kampung Utan, Pondok Pucung, Tegal Rotan, Kampung Sawah, Serua Poncol. Sementara di ring 2 dengan jarak 2 Kilometer dari masjid meliputi Jombang, Rawa Lele, Parigi, Pondok Jaya, Kampung Sawah Ciputat. Sedangkan untuk ring 3 meliputi Pondok Kacang Prima, Parigi Baru serta Kampung Gunung.
Proses mustahiq untuk mendapatkan kartu ATM Beras pun tak sembarangan. Karena, memerlukan pendataan secara detail yang melibatkan remaja masjid serta dompet dhuafa. Meski, belum sepenuhnya memegang kartu ATM Beras, tetapi saat ini sudah 100 lebih yang mendapatkan kartu ATM Beras.
“Mereka akan didata terlebih dahulu. Jika sudah didata, nantinya akan diberikan kartu sesuai dengan kebutuhannya. Misalkan, satu rumah ada 3 orang nantinya mereka mendapatkan 2 liter beras yang sudah diseting dalam bentuk kartu. Kalau satu rumah ada lebih dari 3 orang, ya bisa menambah jumlah liter berasnya. Maka dari itu, kami mendata secara detail,” paparnya.
Untuk mendapatkan beras, para mustahiq diharapkan untuk melaksanakan salat shubuh berjamaah dan juga mengikuti tausiah setelah melaksanakan salat shubuh berjamah.
“Saya harap ini tak hanya sampai bulan ramadan saja. Tetapi, terus dilakukan dan juga bertambah ATM-nya. Pengambilannya pun dibuka dari jam 6 pagi hingga 7 pagi, agar mereka bisa mengikuti salat shubuh berjamaah dan mendengarkan tausiah atau kajian, kebutuhan jasmani dan rohani harus seimbang,” jelasnya. (nad)
