Sumur Mengering, Sebagian Warga Keranggan Manfaatkan Air Sungai

Palapanews.com- Musim kemarau mulai berdampak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebagian warga bahkan sempat memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan tertentu setelah sumur-sumur mereka mulai mengering.

Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan, kondisi tersebut terjadi di RW 01 RT 01 dan RW 02 RT 04 Kelurahan Keranggan. Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan, terdiri atas 15 KK di RW 01 dan 20 KK di RW 02.

“Sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sebagian warga sempat menggunakan air sungai untuk kebutuhan tertentu,” kata Erwin, dalam keterangan yang diterima.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Kecamatan Setu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan Perumdam menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

“Alhamdulillah, pada Senin (13/7/2026) telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, setelah bantuan air bersih tiba, warga kembali menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak awal musim kemarau, masyarakat juga telah berupaya menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi menghadapi berkurangnya debit air sumur.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta merespons cepat kebutuhan masyarakat.

Menurut Benyamin, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas selama musim kemarau sehingga distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

“Pemerintah terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung,” ujar Benyamin.

Pemkot Tangsel juga menyiagakan sejumlah toren penampung air di titik-titik rawan kekeringan guna mempercepat distribusi apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat selama musim kemarau. (red)