Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan transportasi massal terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta/Perseroda dengan sejumlah pengembang perumahan terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) di Balai Kota Jakarta.
Keterlibatan Pemerintah Kota Tangerang dalam agenda strategis tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proyek transportasi massal lintas wilayah yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya Kota Tangerang yang menjadi salah satu jalur perlintasan utama.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai, kerja sama lintas daerah dalam pengembangan MRT tidak hanya berfokus pada peningkatan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi penanganan berbagai persoalan perkotaan.
“Inilah hubungan simbiosis mutualisme yang kami diskusikan bersama Pemerintah Provinsi Banten. Tidak hanya integrasi transportasi massal, tetapi persoalan banjir juga dapat diselesaikan secara bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan Bendungan Polor di wilayah perbatasan Jakarta dan Banten direncanakan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah sekitar.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyambut positif rencana pengembangan MRT lintas wilayah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menciptakan solusi terpadu bagi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Ia menilai, pengembangan MRT Lintas Timur–Barat tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi kemacetan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat di kawasan Tangerang, Banten, hingga Jakarta.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi pemerintah daerah, khususnya Kota Tangerang dan Provinsi Banten. Kami optimistis sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sachrudin.
Melalui kolaborasi lintas daerah tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap pengembangan infrastruktur transportasi dan pengelolaan sumber daya air dapat berjalan secara terintegrasi, sehingga mampu menciptakan pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (adv)
