Palapanews.com– Minim keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Tangerang yang berdampak pada terganggunya operasional hingga gaji pegawai membuat Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin BJ bersuara.
Menurut Hasanudin BJ, minim pemasukan keuangan di tubuh Perumda Pasar Kota Tangerang karena tidak adanya kepekaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang selaku pemilik badan usaha.
“Perumda Pasar Kota Tangerang itu butuh yang namanya suntikan dana (penyertaan modal) dari Pemkot Tangerang, tapi dari dulu tidak ada penyertaan modal. Alhasil, Perumda Pasar itu hanya mengelola dan memanfaatkan aset yang ada,” papar Hasanudin BJ, Jumat, 17 Oktober 2025.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kota Tangerang ini menambahkan, sangat wajar jika Perumda Pasar mengalami kendala soal keuangan. “Ya mau gimana lagi, tidak ada yang bisa dihasilkan dari Perumda Pasar dan akibatnya gaji pegawai juga terganggu,” imbuhnya seraya menambahkan, agar Perumda Pasar kembali sehat maka dibutuhkan peranserta dari pemerintah daerah untuk memberikan penyertaan modal.
“Silahkan kasih modal, tinggal dihitung dan bisa dipertanggungjawabkan nantinya. Coba aja lihat berapa itu gaji pegawainya, pasti sangat kecil,” ucapnya.
BJ juga mendukung langkah yang dilakukan oleh Plt Perumda Pasar untuk mencari pinjaman keuangan agar mampu bisa menjalankan roda kegiatan di perusahaan plat merah milik Pemkot Tangerang ini. “Seorang Plt juga harus peduli untuk memberikan yang terbaik bagi pegawainya, tentunya harus ada persetujuan kepala daerah untuk melakukan pinjaman ke bank. Dan, jika mau pinjam ke bank jangan nanggung dengan angka Rp200-500 juta, tapi yang besar sekalian untuk pengembangan usaha,”terangnya.
Ketika ditanya soal seleksi calon Direktur Umum Perumda Pasar, pria yang pernah menjabat sebagai Dewan Pengawaa PD. Pasar Kota Tangerang ini menyampaikan, direktur utama yang terpilih nanti tentunya harus memiliki inovasi-inovasi untuk dapat menyehatkan keuangan Perumda Pasar.
“Dirut harus punya inovasi untuk memajukan Perumda Pasar. Minimalnya, Perumda Pasar harus untung dulu. Setelah untung baru dapat menyisihkan ke kas daerah (PAD),” ungkapnya.
“Tapi tetap yang pertama adalah peranan Pemkot Tangerang untuk memberikan modal. Jika tidak ada penyertaan modal, siapa pun dirutnya tidak akan bisa memajukan Perumda Pasar,” jelasnya.(ydh)
