Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang Beredukasi di Masjid Kali Pasir dan Kelenteng Boen Tek Bio

Palapanews.com Untuk mengetahui pusat budaya yang ada di Kota Tangerng, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang mengunjungi dua tempat sejarah (budaya) yakni Masjid Kali Pasir dan Kelenteng Boen Tek Bio yang berlokasi di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Rombongan yang berjumlah 15 orang itu langsung didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Sumangku Getar, untuk memandu menjelaskan tentang sejarah dari dua tempat tersebut.

Ketua Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang, Neli Folanda mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu program kerja dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang. Sebab, masing-masing daerah memiliki wisata budaya. Dan, salah satunya adalalah Kota Tangerang.

“Alhamdulillah dengan program kerja ini membuka mata kita akan warisan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Kalau tidak berkunjung kesini kita tidak ada pernah tahu budaya dan sejarah,” katanya, Rabu, 29 Juni 2022.

Ia menambahkan, pihaknya lebih suka dengan lokasi-lokasi yang mempunyai nilai sejarah yang betul-betul tinggi.

“Selain mengenal sejarah dan budaya di Kota Tangerang. Jalinan silahturahmi juga semakin erat,” imbuhnya.

Sekretaris Masjid Kali Pasir, Raden Rudi Rahendra mengucapkan terimakasih atas kedatang Ibu-ibu dari Ikatan Adiyaksa Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang ke Masjid Jami Kali Pasir yang merupakan salah satu cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Dengan kunjungan seperti ini, para Ibu-ibu akan mengetahui lebih jelas tentang sejarah dari Masjid Jami Kali Pasir, khususnya soal peradaban islam. Dengan kedatangan rombongan ini tentunya dapat menambah kecintaan tentang kebudayaan,” papar Raden Rudi Rahendra seraya menambahkan, pihaknya juga berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang yang turut peduli dalam pelestarian Masjid Jami Kali Pasir.

Sementara itu, Kepada Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Sumangku Getar menerangkan, adanya kunjungan dari Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang menjadi momentum dan menjadi satu adrenalin baru untuk memotovasi akan kecintaan terhadap kebudayaan, khususnya yang ada di Kota Tangerang.

“Kunjungan ini menjadi salah satu cara untuk memotivasi teman-teman kebudayaan agar lebih meningkatkan rasa cintanya terhadap kebudayaan yang ada,” papar Sumangku.

Pria yang akrab disapa Kak Mangku ini mengapresiasi atas kedatangnya Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kota Tangerang ke cagar budaya di Kota Tangerang. Dan, ini menjadi contoh yang sangat bijak. Sebab, disaat orang-orang melakukan healing ke suatu tempat untuk rekreasi. Tapi, ibu-ibu ini datang untuk beredukasi tentang sejarah yang ada di Kota Tangerang.

“Mereka (Ibu-ibu) datang untuk menambah pengetahuan yang nantinya akan diajarkan kepada anak-anaknya tentang nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Tangerang, bahkan di Tanah Air,” jelasnya.

Diketahui, di lokasi makam Kali Pasir terdapat makam tokoh-tokoh sejarah seperti makam Bupati Tangerang Raden Ahyat Pena, putra dari Raden Wahyu Pena serta putranya Patih Pena. Selain itu, terdapat 11 makam tertua yaitu tiga makam dari keturunan Kerajaan Padjajaran, Enam makam dari keturunan Raja Sumedang, Pangeran Geusan Ulun, sebagai raja kedelapan atau terakhir. Makam istri Sultan Agung Tirtayasa, yaitu Nyi Raden Uria Negara. Makam tokoh Palang Merah Indonesia yang ikut bergerilya di Balaraja, yaitu Nyi Raden Juhariah.(ydh)

Komentar Anda

comments