Belanja Masker Tingkat Kelurahan dan Kecamatan di Kota Tangerang Janggal

oleh -

Palapanews.com Ketua Poros Tangerang Solid (Portas) mempertanyakan pembelian atau pengadaan masker kain ditiap kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Dimana, pembelian atau pengadaan masker kain ditahun 2020 untuk penanganan penyebaran Covid-19 disinyalir terjadi kejanggalan.

Menurut Ketua Portas, Hilman Susanto bahwa pembelian atau pengadaan masker kain yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Tangerang yang diperuntukan bagi masyarakat disinyalir terjadi mark up mulai dari harga satuan masker hingga jumlah masker yang dibelanjakan.

“Harga satu masker itu sekitar Rp1500 sampai Rp2500, namun dalam daftar pengguna anggaran (DPA) satu masker harganya sekitar Rp7000. Dan, ini diluar batas kewajaran,”katanya.

Ia menambahkan, pembelian atau pengadaan masker juga tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, masker yang dibelanjakan disinyalir hanya satu lapisan atau berjenis scuba.

“Masker yang dibuat oleh UMKM itu hanya satu lapis, berarti harganya pun jauh lebih murah, apalagi jika pembelian dalam skala besar tentunya bisa lebih murah lagi. Ini disinyalir terjadi mark up atas pembelian atau pengadaan masker,” katanya.

Dikatakannya, aparatur sipil negara (ASN) yang ada di wilayah Pemkot Tangerang (terlibat dalam pembelian) secara tidak langsung mengambil moment untuk memperkaya diri disaat pandemi Covid-19. Hal inilah yang mampu merugikan keuangan negara dan merugikan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 menjadi bahan mereka untuk mengambil keuntungan lebih besar dengan alasan masker sangat langka,” tegasnya seraya menambahkan, adanya indikasi seperti ini selayaknya para pejabat atau pegawai yang terlibat didalam pembelian atau pengadaan masker harus mengembalikannya ke kas daerah.

“Jika tidak dikembalikan tentunya akan menjadi temuan bagi aparat penegak hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengadaan atau pembelian masker disinyalir terjadi tindak pidana korupsi saat refocusing anggaran Covid-19 diseluruh kelurahan, kecamatan hingga dinas di Kota Tangerang.

Sementara itu, salah satu Camat yang enggan disebutkan namanya menerangkan, jika pengadaan atau pembelian masker kain diberikan kepada pihak ketiga. “Kami serahkan ke pemborong untuk pengadaan masker kain,” singkatnya.(ydh)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.