4 Masalah Paru-paru yang Mengintai Perokok Aktif

oleh -

Palapanews.com- Paru-paru perokok jelas tidak sama dengan orang yang tidak merokok. Pasalnya, kebiasaan buruk ini memang bagaikan meracuni diri sendiri. Ini karena ada lebih dari 4.000 bahan kimia seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar, yang masuk ke dalam tubuh ketika Anda merokok. Lantas, bagaimana cara rokok merusak paru-paru dan apa yang akan terjadi selanjutnya pada paru-paru perokok?

Bahaya merokok bagi kesehatan paru-paru

Saluran pernapasan menghasilkan lendir untuk menjaga kelembapan sekaligus menyaring kotoran yang masuk saat Anda menarik napas.

Bahaya merokok bagi kesehatan paru yang utama adalah membuat organ tersebut tidak berfungsi dengan benar.

Pasalnya, zat kimia dalam rokok dapat merangsang sel-sel membran penghasil lendir menjadi lebih produktif, termasuk pada rokok kretek, rokok filter, rokok elektrik, hingga shisha.

Akibatnya, jumlah lendir akan semakin banyak yang kemudian membuat lapisan tebal mengelilingi paru.

Paru-paru tidak dapat membersihkan lendir tersebut sehingga menimbulkan penyumbatan. Jika hal ini terjadi, tubuh Anda tentu tidak akan diam saja.

Tubuh akan mengeluarkan ekstra lendir dari tubuh melalui batuk. Inilah sebabnya kenapa perokok sering kali batuk disertai lendir (dahak).

Selain merangsang produksi lendir lebih banyak, rokok juga membuat paru-paru mengalami penuaan dini.

Pada dasarnya, semua organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Namun, paru-paru perokok aktif akan jadi lebih cepat tua dan lebih cepat rusak.

Ini karena sebatang rokok yang Anda hirup bisa memperlambat gerakan silia, yaitu rambut halus pada sel yang membersihkan paru.

Hal ini membuat semua kotoran yang harusnya dibersihkan dan dikeluarkan justru menumpuk di dalam paru.

Tak hanya itu, zat kimia pada rokok bisa menghancurkan jaringan paru. Akibatnya, jumlah pembuluh darah semakin berkurang dan ruang udara jadi semakin sempit.

Hal ini membuat hanya ada sedikit oksigen yang masuk ke bagian-bagian penting tubuh.

Masalah paru-paru yang rentan terjadi pada perokok aktif

Ada banyak bahaya merokok bagi kesehatan paru, bahkan hingga menimbulkan penyakit tertentu. Kebanyakan penyakit tersebut bersifat kronis dan membutuhkan penanganan yang cukup lama.

Situs Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa perokok memiliki kemungkinan 12-13 kali lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Berikut ini ulasan tentang berbagai penyakit paru-paru yang umumnya dialami para perokok.

1. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis merupakan bagian dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini menandakan adanya peradangan pada lapisan tabung bronkial (saluran yang membawa udara ke dan dari paru).

Peradangan tersebut menyebabkan lendir terlalu lengket hingga akhirnya menghambat aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru.

Lambat laun, aliran udara jadi semakin buruk dan mengakibatkan sulit bernapas.

2. Emfisema

Selain bronkitis, paru-paru perokok aktif juga bisa terkena penyakit emfisema. Penyakit ini menandakan bahwa alveoli (kantung udara pada paru) rusak, melemah, dan akhirnya pecah.

Kondisi ini mengurangi luas permukaan paru dan jumlah oksigen yang dapat mencapai aliran darah.

Orang dengan emfisema cenderung kesulitan untuk bernapas ketika melakukan aktivitas berat atau berolahraga karena paru kehilangan kelenturannya.

3. Kanker paru

Masalah lain yang tak kalah serius dan sangat rentan menyerang paru-paru perokok aktif adalah kanker paru.

Zat kimia pada rokok yang masuk ke tubuh kemungkinan besar merangsang pertumbuhan sel pada paru jadi tidak normal.

Jika Anda sudah memiliki bronkitis atau emfisema, risiko terkena kanker paru-paru jadi lebih tinggi.

4. Pneumonia

Pneumonia menandakan adanya infeksi pada kantung udara di paru, entah itu karena bakteri, virus, atau jamur.

Namun, jika Anda perokok aktif, kebiasaan ini dapat menurunkan sistem imun untuk melawan patogen penyebab pneumonia.

Menjadi perokok aktif membuat Anda lebih mungkin terkena pneumonia jika Anda juga sudah memiliki PPOK, seperti bronkitis atau emfisema.

Hellosehat

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.