Polda Banten Kirim Berkas Perkara Mafia Tanah ke JPU

oleh -
Ilustrasi.
banner 300250

Palapanews.com- Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Banten menyerahkan berkas perkara mafia tanah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin (22/2/2021). Ini setelah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan AJB nomor 231/2019 tanggal 11 Februari 2019 atas tanah seluas 2.676 meter persegi blok 001 yang dimiliki Apipah (53) warga Kampung Kramat berlokasi di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto melalui Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny mengatakan bahwa Tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka yaitu JS (46) yang merupakan ASN staf Ekbang Kecamatan Pabuaran, kemudian SD (49) pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ (61) yang mengaku sebagai ahli waris telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Banten.

“Iya bener Pada hari Senin tanggal 22 Februari 2021 pukul 10.00 wib Penyidik Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Banten telah melaksanakan Tahap I yaitu Pengiriman berkas perkara berkas tersangka Ke Kejaksaan Tinggi Banten,” ujar Martri Sonny dalam keterangan yang diterima.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menegaskan ketiga tersangka yang sebelumnya dijerat dengan pasal berbeda, tersangka SJ dijerat pasal 263 ayat 1 dan atau pasal 264 ayat 1 KUHP. Tersangka SD dijerat pasal 263 ayat 2 dan atau 264 ayat 2 KUHP. Sedangkan LJ dijerat pasal 263 KUHP Jo pasal 55 KUHP dan terancam pidana penjara selama 6 tahun penjara sudah diserahkan berkasnya ke Kejaksaan tinggi

Edy Sumardi menjelaskan bahwa Polda Banten serius untuk menangani kasus mafia tanah, atau pelanggaran terhadap pemalsuan tanah.

Baca Juga: Pemkab Serang Tetapkan Pilkades Serentak Digelar 11 Juli 2021

“Kami berkomitmen untuk memberantas kejahatan kasus mafia tanah, dengan dugaan apapun itu seperti melakukan tindak pidana pemalsuan Akte Jual Beli (AJB), diharapkan untuk masyarakat jangan melakukan kejahatan seperti itu,” ujar Edy Sumardi. (red)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.