Soal Limbah Medis Covid-19, Pengelola Hotel akan Diperiksa

oleh -

Palapanews.com Pengelola atau manajemen dari salah satu hotel yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 akan diperiksa oleh Polres Kabupaten Bogor.

Pemeriksaan tersebut terkait penangkapan dua orang yang membuang limbah bahan berbahaya beracun (B3) medis dari pasien Covid-19 di Cigudeg dan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Harun, pihak hotel juga harus dimintai keterangan. Sebab, perusahaan laundry melakukan kerjasama dengan pihak hotel untuk membuang limbah medis dari Kota Tangerang.

“Diperiksan Kamis ini. Mereka tahu (pihak hotel) jika perusahaan laundry tersebut bukan perusahaan yang membidangi pengangkutan limbah medis serta peleburan bahan berbahaya dan beracun,” imbuh Harun.

Harun menambahkan, limbah yang dibuang oleh perusahaan laundry dengan inisal AP tersebut, telah melakukan pembuangan limbah tidak sesuai dengan ketentuan berlaku sebanyak tiga kali yakni 25 Januari 2021 di Desa Cigudeg, 27 Januari di Kecamatan Tenjo, dan 2 Februari 2021 di Cigudeg.

“Kebun Sawit dipilih karena jarang untuk dilintasi dan terbilang sangat jauh,” imbuhnya seraya menambahkan, hingga saat ini ada 10 orang yang diperiksa untuk menjadi saksi. Dan, barang bukti dua unit mobil boks.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jika hotel yang memiliki 113 kamar tersebut telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang dengan nilai Rp 830 juta per termin sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Sementara itu, pengelola atau manajemen hotel ketika dikonfirmasi tidak dapat dihubungi.

Diketahui, pihak hotel melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan laundri. Dimana, sebelum melakukan kerjasama dengan perusahaan laundry. Hotel tersebut sudah bekerjasama dengan perusahaan yang membidangi pengangkutan dan peleburan limbah berbahaya dan beracun.

“Kerjasama dengan perusahaan pengangkut dan pelebur limbah ini menelan biaya cukup besar yakni Rp10 juta (sekali Angkut). Dan, ini sudah berjalan selama dua kali pengangkutan,” katanya seraya menambahkan, pengangkutan pertama dilakukan tanggal 21 Januari 2021 sebanyak 300 kilo, dan pengangkutan kedua pada 23 Januari sebanyak 400 kilo.

“Karena terlalu besar biaya, maka pihak hotel melakukan kerjasama dengan perusahaan laundry dengan biaya Rp1 juta (sekali angkut). Dan, ada dua orang ditangkap yakni pihak perusahaan laundry dan pengemudi mobil,” paparnya.(ydh)

Komentar Anda

comments