Survei Indikator Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara Melejit, Ben-Pilar Stagnan, Azizah Perlahan Naik

oleh -
Hasil survei Indikator Politik Indonesia untuk Pilkada Tangsel. Foto: Ist

Palapanews.com- Dari hasil rilis survei Indikator Politik Indonesia terhadap tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, yakni Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Siti Nur Azizah-Ruhamaben dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Survei yang dirilis langsung oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, elektabilitas Muhamad-Saraswati secara mengejutkan bisa membuat nama Benyamin Davnie sebagai petahana merosot.

“Dibanding temuan sebelumnya dukungan pada Muhamad-Saraswati menguat cukup signifikan menjadi 38.6%, mengungguli pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan yang dukungannya cenderung stagnan, 33.2%. Sedangkan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben 16.4% dan belum menyebutkan pilihan saat ini 11.8%,” tandas Burhanuddin dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020).

Meski begitu, keunggulan Muhamad-Saraswati tidak signifikan secara statistik karena selisih antara kedua paslon masih dalam kisaran margin of error yang digunakan survei ini.

Lanjut Burhanuddin, kompetisi tiga paslon untuk memperebutkan kursi tahta kepemimpinan di Tangsel, masih terus berlangsung.

“Kompetisi elektoral juga masih mungkin terjadi karena sejak survei ini berakhir di lapangan awal November. Ketiga paslon masih memiliki waktu sebulan lebih untuk meraih kemenangan pada 9 Desember nanti. Pemilih mengambang juga masih tinggi. Sebanyak 11.8% warga Tangsel belum menentukan pilihan pada saat survei dilakukan,” ujarnya.

Bahkan di antara yang sudah punya preferensi elektoral, 30% di antaranya masih besar kemungkinannya mengubah pilihan.

“Inilah hal-hal yang bisa mengubah peta elektoral nanti,” kata Burhanuddin.

Diketahui, hasil survei tersebut dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 820 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 820 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar ±3.5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sampel berasal dari seluruh Kecamatan yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Proses wawancara dilakukan dengan memakai protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

“Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” tutup Burhanuddin. (nad)

Komentar Anda

comments