5 Makanan Ini Penyebab Perut Buncit

oleh -

Palapanews.com- Perut buncit merupakan salah satu masalah kesehatan yang terkadang kurang ditanggapi dengan serius. Padahal selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari. Salah satu penyebab perut buncit adalah pola makan yang kurang baik. Berikut beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan perut buncit:

Biji-bijian yang sudah diolah (refined grain)

Sebuah penelitian menunjukkan mereka yang mengikuti program menurunkan berat badan dengan cara mengonsumsi makanan yang berasal dari biji-bijian utuh atau whole grain lebih banyak mengalami penurunan jumlah lemak dari area perut jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi roti biasa dan nasi putih. Mereka yang juga mengonsumsi whole grain ternyata mengalami penurunan kadar C-reactive protein (CRP) cukup signifikan. CRP merupakan suatu indikator terjadinya inflamasi di dalam tubuh dan berhubungan dengan penyakit jantung.

Whole grain merupakan segala jenis biji-bijian (seperti padi, gandum, barley) yang belum diproses. Makanan yang berasal dari whole grain masih mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan serat yang lengkap. Whole grain yang sudah diolah dan diproses disebut refined grain. Pengolahan ini dilakukan untuk menambah daya simpan dari biji-bijian. Contoh produk refined grain adalah beras putih dan tepung-tepungan.

Penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State University membagi 50 orang dewasa yang mengalami obesitas menjadi dua grup. Satu grup diminta untuk mengonsumsi produk whole grain sementara grup lain diminta untuk tidak mengonsumsi whole grain sama sekali. Setelah 12 minggu, grup yang mengonsumsi whole grain mengalami penurunan berat badan hingga 3,6 kg. Sementara grup yang tidak mengonsumsi whole grain mengalami penurunan berat badan rata-rata 5 kg. Tetapi penurunan lemak perut terbanyak terjadi pada mereka yang mengonsumsi whole grain meskipun penurunan berat badan total lebih banyak terjadi pada grup yang mengonsumsi biji-bijian olahan. Nilai CRP pada grup yang mengonsumsi whole grain juga turun hingga 38%, sementara tidak ada penurunan angka CRP pada grup yang lain.

Margarin

Jenis lemak yang menyebabkan perut buncit adalah jenis lemak trans dan lemak jenuh. Lemak trans merupakan hasil sampingan pengolahan minyak dari bentuk cair ke bentuk padat, contohnya adalah margarin. Lemak trans biasa digunakan dalam industri makanan cepat saji dan makanan ringan karena dapat menambah daya simpan dari makanan. Meskipun saat ini lemak trans sudah mulai dilarang keberadaannya dalam makanan, tetapi tidak ada salahnya Anda mengecek kembali label pangan yang terdapat pada makanan kemasan yang Anda konsumsi. Selain margarin, shortening pun mengandung lemak trans. Berhati-hatilah jika ada komponen tersebut dalam kemasan makanan.

Makanan berlemak tinggi

Lemak jenuh biasa terdapat pada minyak, daging, dan olahannya. Lemak jenuh boleh Anda konsumsi tetapi sebaiknya dibatasi, tidak lebih dari 5-6% dari kebutuhan kalori total harian Anda. Jika berlebihan, maka akan meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh termasuk menjadikan perut Anda buncit. Daging olahan (seperti sosis, nugget, ham) biasanya cenderung mengandung lemak jenuh yang tinggi. Makanan cepat saji juga memiliki kadar lemak jenuh yang tidak sedikit, terutama karena kebanyakan mengalami pengolahan dengan cara digoreng atau deep fried.

Jenis lemak yang baik bagi tubuh adalah lemak tidak jenuh, banyak terdapat pada minyak zaitun, salmon, dan kacang-kacangan. Anda dapat menggunakan minyak zaitun sebagai alternatif untuk memasak dan beralih mengonsumsi seafood seperti ikan-ikanan dibanding mengonsumsi daging merah dan daging olahan.

Susu

Tergantung pada jenisnya, susu dapat berkontribusi pada terbentuknya lemak perut. Jenis susu yang mengandung banyak lemak seperti whole milk dapat memicu penumpukan lemak sehingga membuat perut buncit. Selain whole milk jenis susu kental manis juga bisa menyebabkan perut buncit karena kandungan gulanya yang tinggi. Jika Anda ingin mengonsumsi susu, pilihlah jenis susu rendah lemak atau tanpa lemak. Anda juga bisa mengganti jenis susu yang Anda minum menjadi susu berbahan dasar kacang-kacangan seperti susu kedelai, susu almond, atau susu kacang mede.

Soda

Konsumsi soda dihubungkan dengan peningkatan lingkar pinggang, yang berarti semakin banyak dan sering Anda mengonsumsi soda, maka risiko memiliki perut buncit semakin besar. Selain perut buncit, konsumsi soda juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes mellitus tipe 2, dan masalah kesehatan pada gigi (seperti gigi berlubang dan gigi keropos). Tetapi jika Anda kemudian mengganti soda yang biasa Anda minum dengan jenis soda diet, bukan berarti kemudian Anda terbebas dari risiko penyakit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi soda diet cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi soda biasa. Risiko diabetes dan sindrom metabolik juga lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi soda diet jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi soda sama sekali.

Hellosehat

Komentar Anda

comments