Namanya Masuk Tim Pemenangan Muhamad-Saras, KH Ubaidillah: Itu Bohong!

oleh -
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Musthofa Mukhtar, KH Ubaidillah Hamdan. Foto: Capture Video

Palapanews.com- Pimpinan Pondok Pesantren Darul Musthofa Mukhtar, KH Ubaidillah Hamdan, memastikan tidak pernah terlibat dalam tim pemenangan pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad-Rahayu Saraswati.

“Saya tidak pernah diminta izin dan juga memberikan izin untuk mencantumkan nama saya sebagai tim sukses juga tim pemenangan salah satu Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan,” demikian klarifikasi Ubaidillah melalui sebuah tayangan video yang diakses dari Ciputat, Rabu (16/9).

Karenanya, Ubaidillah melanjutkan, “jika ada yang mencantumkan nama saya sebagai tim sukses salah satu Calon Walikota Tangerang Selatan, maka itu sebuah kebohongan.”

Seperti diketahui, nama KH Ubaidillah Hamdan masuk dalam satu struktur pemenangan Muhamad untuk wilayah Koordinator Kecamatan Pondok Aren. Dalam daftar susunan kepengurusan tersebut, nama KH Ubaidillah Hamdan bahkan ditempatkan sebagai penasehat atau pembina.

Namun, ketika dikonfirmasi, Ubaidillah memastikan tidak pernah terlibat, dimintai izin, juga memberikan izin dalam kegiatan tim pemenangan pasangan Muhamad-Saras. Karena itu, Ubaidillah memastikan, keikutsertaannya dalam struktur tim pemenangan untuk Kecamatan Pondok Aren merupakan pencatutan.

Pemerhati Pilkada Tangsel Agusta Surya Buana menyayangkan insiden yang dialami KH Ubaidillah Hamdan. Menurut Agusta, insiden tersebut menjadi bukti ketidakseriusan pasangan Muhamad-Saras dalam membentuk tim pemenangan. Jika komunikasi dilakukan hingga akar rumput, Agusta melanjutkan, insiden yang dialami KH Ubaidillah Hamdan tidak akan terjadi.

“Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa lebih dulu berkomunikasi dan meminta izin yang bersangkutam, pencatutan nama dijadikan jalan pintas untuk meraup dukungan publik, apalagi KH Ubaidillah Hamdan merupakan salah satu tokoh berpengaruh di Tangsel. Ini tindakan yang tak patut dilakukan oleh seorang calon pemimpin,” ujar Agusta. (red)

Komentar Anda

comments