Memecah Kerumunan, Pemkot Tangsel Resmikan Dua Anjungan Dukcapil Mandiri

oleh -
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany pada peresmian ADM. Foto: Nad

Palapanews.com- Sebagai upaya memecah kerumunan saat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) meresmikan dua pembukaan gerai Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yakni di Plaza Bintaro Jaya dan Pamulang Square pada Senin (14/9/2020).

Hal tersebut menurut Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, merupakan bagian dari program pemerintah. Terlebih dalam situasi pandemi covid, pelayanan publik harus berjalan.

“Salah satunya dengan memecah, sehingga tidak ada kerumunan, jadi bisa ada beberapa alternatif bagi masyarakat. Tidak hanya mengurus dokumen di kantor Dukcapil Cilenggang atau di kecamatan tapi juga bisa di mal, sehingga pertumbuhan ekonomi juga berjalan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan dan jangan sampai berkerumun,” ujarnya Airin di Gerai Disdukcapil di Pamulang Square, Senin (14/9/2020).

Sedangkan untuk kuota pencetakan masing-masing ADM di empat lokasi saat pandemi jumlahnya sangat terbatas. Yakni, 25 lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan 25 lembar Kartu Identitas Anak (KIA) dengan jam operasional menyesuaikan mal.

“Untuk ADM yang berlokasi di Pamulang Square, merupakan hibah dari Kemendagri. Namun secara fungsi dan prosesnya masih tetap sama. Jadi ini adalah salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan dukcapil dan untuk tenannya tidak dikenakan biaya oleh pengelola Plaza Bintaro Jaya dan Pamulang Square,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disdukcapil Tangsel, Dedi Budiawan menambahkan, adanya anjungan tersebut sebagai salah satu inovasi Pemerintah Kota dengan pihak swasta untuk menjawab tantangan dari kemajuan teknologi dan keinginan masyarakat Tangsel.

Peresmian Anjungan Dukcapil Mandiri. Foto: Nad

Diketahui Tangsel telah memiliki empat gerai ADM yaitu di Living World, Teraskota, Plaza Bintaro Jaya dan terakhir di Pamulang Square. Namun yang berbentuk ADM dua, pihaknya membeli di akhir 2019 melalui APBD perubahan. Sedangkan di Pamulang Square merupakan hadiah dari Kemendagri.

“Berarti total dua, satu kita punya Anjungan KIA Mandiri (AKM) di Living World khusus KIA. Untuk di mal lainnya, kita tambahkan alat-alat lain sehingga seluruh mal produknya sama untuk mengurus tujuh adminduk seperti KK, KTP, KIA dan 4 akte yaitu akte kelahiran, akte kematian, akte perkawinan dan akte perceraian,” jelasnya.

Mengingat situasi pandemi dan meningkatnya kesibukan masyarakat, dokumen kependudukan yang diurus melalui ADM akan berkerjasama dengan pihak Ojek Online (ojol). Namun hal tersebut masih dalam proses antara aplikator ber-MOU dengan walikota.

“Saat ini masih dikaji, semoga bulan ini bisa diresmikan. Selain cepat, tepat dan dokumen nantinya bisa diantar kerumah dengan ojol. Tapi, itu pilihan, jadi bagi masyarakat yang terbatas nggak punya hp, ya silakan datang langsung ke kelurahan atau ke mal,” imbuhnya.

Karena banyaknya peminat, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat mengurus adminduk yang penting. Misalnya yang sakit, urus BPJS, sekolah dan bekerja.

Dedi melanjutkan, masyarakat yang wajib memiliki KTP-El di Kota Tangsel sebanyak 950.463 orang dan dari jumlah tersebut sekitar 19 ribuan orang belum memiliki KTP-El dan didominasi oleh masyarakat yang berusia 17 tahun.

“Sedang kita lakukan penyisiran dan bagi warga Tangsel yang sudah mendekati usia 17 tahun bisa melakukan perekaman KTP-El terlebih dahulu, kemudian untuk pencetakan kartunya bisa dilakukan tepat di ulang tahun ke-17,” lanjutnya.

Targetnya 19.000 warga yang belum memiliki KTP-El itu akan rampung di awal Desember. Kendati demikian, pihaknya tengah melakukan percepatan sehingga sebelum 9 Desember seluruh warga Tangsel sudah memiliki KTP-El.

“Kita sudah membuat surat edaran, bagi yang belum 17 tahun silakan merekam data-data. Khusus untuk pencetakan di kecamatan dengan kuotanya 100, jadi per hari 700 karena ada 7 kecamatan,” katanya.

Dirinya menyampaikan, untuk pembuatan administrasi kependudukan pihaknya pun tengah membagi-bagi tugas. Misalnya di Kantor Kelurahan itu sifatnya hanya mengkolektif kartu keluarga dan akte, sedangkan di Kantor Kecamatan hanya merekam, memfoto, dan mencetak KTP-El. (adv)

Komentar Anda

comments