Cari Keuntungan, Pengoplos Daging Sapi dan Celeng Masuk Bui

oleh -
banner 300250

Palapanews.com- Satreskrim Polres Metro Tangerang meringkus dua pelaku berinisial AD dan RT pengoplos daging sapi dicampur daging babi hutan (celeng) di Pasar Bengkok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sebanyak 500 kilogram daging oplosan itu didapat dari kedua pelaku.

“Kedua pelaku memiliki peran berbeda, dimana AD sebagai penjual di Pasar Bengkok dan RT merupakan penyuplai daging celeng itu dari Palembang (Sumatera Selatan). Ki menangkapnya pada Kamis (14 Mei 2020),” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto, Senin (18/5/2020).

Sugeng menjelaskan, AD mendapatkan daging babi dengan membeli dari RT seharga Rp30 ribu per kilogram. Adapun harga per kilogram daging campuran sapi dengan babi celeng itu dijual AD senilai Rp70 ribu. Sedangkan daging sapi asli diketahui harga pasaran per kilogram Rp120 ribu.

“Pelaku sengaja menjual daging sapi dicampur daging babi celeng ini untuk mendapatkan keuntungan saat jelang Lebaran,” imbuhnya.

Para pelaku, ia menambahkan, telah menjual daging oplosan tersebut sejak Maret 2020. Per bulannya para pelaku mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

“Keuntungannya bisa didapatkan pelaku hingga Rp20 juta dalam sebulan,” katanya.

Sementara itu, pelaku AD mengatakan, dirinya menjual daging oplosan itu hanya di satu tempat saja. Pembelinya pun hanya untuk kalangan masyarakat.

“Pembeli saya bukan dari penjual bakso atau jualan apapun itu. Saya jualnya hanya kepada masyarakat saja. Karena saya untuk menghindari kecurigaan masyarakat kalau menjualnya dalam partai besar,” ucap AD saat ditanya Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto.

Kedua pelaku dijerat pasal berlapis dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp2 miliar.(rik)

Komentar Anda

comments