Miris! Remaja Disabilitas di Tangsel Jadi Korban Bullying di Sosmed

oleh -
Lia bersama anaknya, Diva. Foto: Ist

Palapanews.com- Remaja disabilitas asal Pondok Aren, Tangerang Selatan bernama Divalah (17), dengan diagnosa Seckel Syndrome atau lambatnya pertumbuhan, menjadi korban bullying (perundungan) oleh orang yang tak dikenal melalui akun media sosial Instagram.

Hinaan tersebut diterima melalui direct message (DM) yang dikirim oleh akun Instagram @watiya33 kepada akun Instagram milik sang ibu, Lia Octoratrisna.

“Awalnya, pemilik akun @watiya33 itu berpura-pura seperti orang yang ingin menanyakan sesuatu. Namun, tak disangka, pemilik aku itu justru malah melontarkan hinaan kepada Diva dengan bahasa yang tak manusiawi,” ujarnya.

Adapun isi DM itu seperti, “wajah anak ibu kok ngeri gini trus ini kan udah gadis apa seumur hdp akan pake pampers bu. Trus gaya x kejang kejang gt dsn wajah x ngeri. Gigi x juga rusak. Kaki x bentuk x juga aneh. Wajah x ngeri bu. Kalau sy mending dibuang saja bu dr pd bikin aib di keluarga. Sebab gak berguna juga bu. Yg seharusnya jd remaja malah jd kerdil kejang kejang. Ini melebihi orang gila gigi bibir pokok x semua x ngeri. Turut prihatin ya bu ama ank x yg sampai skg mengerikan”.

Lia mengungkapkan, begitu pesan itu dibuka dan dibacanya, ia hanya bisa menggelengkan kepala. Ia begitu terkejut dan langsung bersedih.

Terlebih, ketika membaca hinaan tersebut, Lia sedang menemani sang ibu yang sedang berjuang melawan penyakitnya di sebuah Rumah Sakit.

“Ya pasti sedih, namanya anak kita dihina seperti itu. Apalagi di satu sisi, mama saya lagi di ICU, terus gak lama mama saya meninggal. Makanya kejadian itu bisa berbarengan gitu,” ungkap Lia.

Setidaknya, terdapat tiga pesan serupa yang membuat Lia meneteskan air matanya. Bahkan, Divalah pun ikut meneteskan air matanya.

Selain mengalami seckel syndrome, Diba mengalami kelainan lainnya seperti mikrosefali (otak kecil), celebral palsu skoliosis dengan tulang belakang bengkok ke kiri serta global development delay.

“Namun Diva anak yang ceria, jarang sekali nangis. Diva peka, saya sedih, dia ikut sedih. Waktu dapat DM, Diva nangis setiap hari,” tutur Lia.

Tak terima dengan hinaan yang diterimanya, Lia pun mengambil langkah hukum. Lia melaporkan hinaan tersebut ke pihak berwajib.

Lia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/8270/XII/2019/PMJ/DIT.TESKRIMSUS, pada 20 Desember 2019, dengan laporan tindak pidana penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial dengan Pasal 45 (1) Jo Pasal 27 (3) UU RI Nomor 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Namun, hampir dua bulan ini, kasus itu belum juga usai. Perkembangan terakhir, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Tangsel.

Lia pun akan memenuhi panggilannya untuk mengadukan kasus tersebut ke Polres Tangsel, Sabtu (22/2/2020).

“Saya hanya ingin pemilik akun itu memiliki iktikad baik. Agar ia jera, dan tak ada lagi penghinaan atau bullying terhadap anak disabilitas. Karena banyak di luar sana disabilitas yang dihina, tapi mereka tidak berani melaporkannya,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments