KPU Tangsel Target Partisipasi Pemilih 75 Persen

oleh -
Launching Pilkada Tangsel 2020 di Aula Universitas Terbuka Pondok Cabe, Pamulang. Foto: Nad

Palapanews.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimis tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang meningkat dibandingkan Pilkada 2015. Pada Pilkada 2015 silam, tingkat partisipasi pemilih tak sampai 60 persen.

“Pada Pilkada 2020 ini kami optimis akan meningkatkan partisi dengan target 75 persen. Ini berdasarkan pengalaman dari Pemilu 2019,” ujar Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro saat melaunching Pilkada Kota Tangsel 2020, di Aula Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangsel, Senin (9/12/2019).

Bambang juga mengatakan, cara-cara lain yang akan dilakukan oleh KPU dalam peningkatan partisipasi ialah, dengan terus melakukan sosialsasi, dan juga mengacu data Pilgub Banten 2017 untuk melihat titik mana partisipasi yang rendah.

“Kita kan masih punya data Pilgub Banten 2017, nanti kita lihat mana yang partisipasinya kurang. Misalnya pada kawasan perumahan elit. Nanti di sana akan kita tingkatkan sosilaisasi,” katanya.

Dirinya juga meminta dukungan kepada seluruh stakeholder untuk membantu ikut serta menyukseskan Pilkada Tangsel 2020.

“Dalam kesempatan ini juga kami meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, agar kita bersama-sama menyukseskan Pilkada agar berjalan lancar dan baik,” pintanya.

Dalam kegiatan launching itu, KPU Kota Tangsel juga memperkenalkan maskot yang diberi nama si Pangsi. Yakni, maskot dengan karakter manusia mengenakan pakaian adat Pangsi ini disesuaikan dengan moto Pilkada 2020 di Tangsel yaitu Pilkada Berbudaya, Tangsel Berdaya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dalam kesempatan itu juga meminta agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk menyukseskan Pilkada Tangsel.

“Mari bersama-sama kita bersinergi untuk menyukseskan pesta demokrasi ini. Dan keberhasilannya tentunya ialah dari tingkat partisipasi yang tinggi, ini yang harus kita kerjas bersama-sama,” ungkap Airin.

Airin juga meminta agar KPU Kota Tangsel menjaga dan dapat memenuhi hak setiap masyarakat Tangsel sebagai pemilih. Jangan sampai ada masyarakat yang memiliki hak pilih tidak terdata di Pilkada Tangsel.

“Kami juga ingatkan kembali kepada KPU, jangan sampai nanti ada masyarakat yang memiliki hal pilih tidak terdata sebagai pemilih di Pilkada. Karena semuanya memiliki hak sama untuk memilih siapa calon pemimpin mereka ke depannya,” jelasnya. (nad)

Komentar Anda

comments