Alergi Susu Sapi Bisa Diatasi, Benarkah?

oleh -

Palapanews.com- Alergi susu sapi bisa menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan. Bagaimana tidak, alih-alih bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari susu sapi, kita justru mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsinya. Hanya saja, apakah benar jika susu sapi bisa diatasi?

Mengenal Gejela Dari Alergi Susu Sapi

Pakar kesehatan menyebut alergi pada susu terkait dengan adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh kita. Bukannya menyerang kuman, bakteri, atau berbagai hal lainnya yang bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan, sistem kekebalan tubuh justru mengeluarkan reaksi saat minum susu sapi karena menganggapnya sebagai benda asing yang berbahaya. Kita pun akan mengalami beberapa gejala kesehatan terkait dengan hal ini.

Beberapa jenis gejala yang akan muncul akibat alergi susu sapi adalah gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, hingga masalah pada kulit. Berbagai gejala ini bisa muncul dalam waktu yang sangat cepat usai mengonsumsi susu atau produk-produk susu lainnya layaknya yoghurt, keju, krim, mentega, es krim, hingga pudding atau permen yang terbuat dari susu.

Sebagai contoh, kita akan mengalami gejala seperti sesak napas, batuk-batuk, keluarnya cairan dari hidung, bersin, mata berair, mual-mual hingga muntah, perut kembung dan nyeri, diare, munculnya ruam-ruam gatal kemerahan, hingga pembengkakan pada mata dan bibir.

Biasanya, gejala alergi pada susu ini terjadi di usia anak-anak atau bayi. Bahkan, menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy Limited, disebutkan bahwa 1 dari 50 bayi mengalami alergi pada susu sapi. Beruntung, kondisi ini biasanya akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia.
Beberapa Langkah Mengatasi Gejala Alergi Susu Sapi

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah alergi pada susu sapi.

Berikut adalah berbagai hal yang bisa dilakukan tersebut.

Memberikan ASI di usia awal kehidupan bayi

Pakar kesehatan menyebut di usia enam bulan pertama kehidupan bayi, sebaiknya diberi ASI eksklusif demi mendukung perkembangan berbagai sistem dan organ tubuh di dalamnya. Setelah usianya mencapai enam bulan, mereka bisa tetap mendapatkan ASI namun harus mendapatkan makanan dan minuman pendamping yang tepat.

Jika bayi terlihat mulai mengalami alergi pada susu sapi, kita tinggal menggantinya dengan susu alternatif seperti susu nabati. Biasanya, di usia 1 hingga 3 atau 5 tahun, gejala alergi pada susu sapi ini akan mereda dengan sendirinya seiring dengan perkembangan sistem kekebalan tubuh.

Menghindari pemberian produk susu sapi

Jika anak sudah terlihat mengalami gejala alergi pada susu sapi, sebaiknya kita tidak memberikannya produk susu sapi dan berbagai produk turunannya selama setidaknya enam bulan berturut-turut. Setelahnya, cobalah cek apakah anak kembali mengalami alergi pada susu sapi atau tidak. Jika perlu, kita juga memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Jangan mencampurkan ASI dengan produk susu sapi

Ada sebagian orang tua yang sengaja mencampurkan produk susu sapi dengan ASI karena berpikir jika hal ini bisa membantu mengatasi alergi pada susu sapi. Padahal, bisa jadi hal ini tidak akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan.

Memberikan susu kedelai

Susu kedelai seringkali dijadikan solusi bagi penderita alergi susu sapi karena cenderung aman dan tidak akan menyebabkan gejala dari masalah kesehatan ini. Selain itu, kita juga bisa menggunakan susu formulai berjenis hipoalergenik yang dianggap lebih aman untuk dikonsumsi.

Mencukupi kebutuhan nutrisi

Penderita alergi susu sapi cenderung kekurangan asupan vitamin D, namun asalkan kita memberikan asupan tinggi vitamin D, kalsium, serta protein seperti bayam, brokoli, telur, dan ikan laut, masalah ini bisa diatasi. (*)

Sumber: Doktersehat

Komentar Anda

comments