Waspada, Ini Penyebab dan Gejala Muntaber pada Anak

oleh -
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Palapanews.com- Anak yang mengalami muntah dan buang-buang air terus secara bersamaan bisa menandakan ia terkena muntaber. Apa saja gejala dan penyebab muntaber pada anak, serta bagaimana cara terbaik mengatasinya?

Apa itu muntaber?

Muntaber (singkatan dari “muntah” dan “berak”) adalah istilah awam dari penyakit pencernaan yang disebut gastroenteritis atau flu perut.

Muntaber adalah infeksi yang paling sering dialami anak-anak, nomor 2 tertinggi setelah infeksi pernapasan atas (ISPA) seperti pilek.

Apa penyebab muntaber pada anak?

Muntaber sering disebabkan karena infeksi virus, bakteri, dan parasit yang menyerang pencernaan anak. Berikut ulasan lebih lengkapnya soal penyebab muntaber pada anak:

1. Infeksi virus

Sebagian besar kasus muntaber pada anak disebabkan oleh virus. Virus termasuk penyebab muntaber yang paling mudah menyebar dan menular dari satu orang ke orang lain.

Bahkan kadang, virus penyebab muntaber sering mengakibatkan wabah di tempat-tempat seperti day care (tempat penitipan anak) dan sekolah dasar.

Virus yang umumnya menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak adalah rotavirus. Rotavirus yang menginfeksi pencernaan akan menyebabkan diare dan disertai demam dan muntah. Apabila ada orang lain menyentuh muntah anak yang muntaber tanpa cuci tangan setelahnya, mereka bisa tertular virus.

Selain itu, muntaber pada anak kecil dan bayi juga dapat disebabkan oleh norovirus, adenovirus, dan astrovirus. Satu hal yang membedakan antara ketiga penyebab muntaber ini adalah gejalanya. Muntaber yang diakibatkan oleh astrovirus lebih jarang sampai menyebabkan anak muntah-muntah.

2. Infeksi bakteri

Selain virus, muntaber pada anak juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti salmonella, shigella, Campylobacter jejuni, dan E. coli. Muntaber dapat menyebar ketika anak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak steril karena terkontaminasi bakteri.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri akan masuk ke dalam makanan. Racun itu akan terus tersimpan di sana jika makanan tidak dimasak matang atau disimpan dengan benar.

Umumnya gejala muntaber pada anak yang disebabkan infeksi sudah bisa terlihat dalam 1 sampai 3 hari setelah terinfeksi.

3. Infeksi parasit

Parasit juga dapat menyebabkan muntaber pada anak, namun kasusnya kurang umum.

Muntaber pada anak bisa terjadi akibat parasit seperti giardia dan cryptosporidium. Parasit biasanya bisa menginfeksi tubuh anak lewat air minum yang kotor atau ketika anak tidak sengaja menelan air kolam renang.

Bagaimana cara infeksi penyebab muntaber menular pada anak?

Rita Steffen, MD, ahli gastroenterologi pediatri (spesialis kesehatan pencernaan anak) di Klinik Cleveland, Ohio, menuturkan kenapa anak bisa sangat sering kena muntaber.

Menurut Steffen, daya tahan tubuh anak kecil, termasuk bayi dan balita, masih belum sesempurna orang dewasa sehingga belum cukup kuat untuk melawan virus dan bakteri.

Kuman penyebab muntaber dapat menyerang anak lewat beragam kemungkinan jalur, seperti:

1. Dari makanan dan air minum

Virus dan bakteri pada dasarnya sangat mudah mengontaminasi makanan dan minuman.

Risiko anak terkena muntaber akan lebih besar jika ia makan atau minum sesuatu yang kotor. Misalnya dari orangtua atau pengasuh yang langsung menyuapi anak makan tanpa cuci tangan dulu setelah mengolah bahan makanan tertentu, seperti daging mentah.

Virus bisa berpindah dari makanan ke tangan Anda dan masuk menginfeksi tubuh anak setelahnya.

2. Dari barang yang terkontaminasi

Virus penyebab muntaber pada anak bisa bertahan di beberapa permukaan benda selama beberapa hari. Mainan anak, botol susu, pegangan kursi, atau gagang pintu adalah yang termasuk paling rentan ditempeli kuman.

Apabila anak-anak menyentuh benda tersebut dan memasukkan tangannya ke dalam mulutnya, virus dan bakteri akan mudah menginfeksi tubuh anak.

3. Lewat cairan muntah

Saat ada orang rumah yang sedang sakit muntaber lalu muntah, partikel virus muntaber bisa menular melalui udara.

Saat Anda menghirup udara di sekitar muntahan tersebut, Anda kemungkinan bisa terkena muntaber juga.

4. Dari feses orang muntaber

Virus juga dapat menyebar ketika anak mungkin menyentuh feses orang yang terinfeksi atau dengan menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi feses. Misalnya seperti kloset atau jamban, kran, dan wastafel.

Apa saja gejala muntaber pada anak?

Diare (BAB cair dan sering) dan muntah adalah dua gejala utama muntaber pada anak. Selain itu, gastroenteritis yang disebabkan karena virus dan bakteri kemungkinan juga memunculkan gejala berikut:

  • Demam
  • Perut kram
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Berkeringat
  • Badan lemas
  • Ngantuk
  • Nafsu makan menurun

Gejalanya bisa muncul ringan sampai parah.

Pada kebanyakan kasus, gejala muntaber pada anak bisa terlihat 1-3 hari setelah mereka terinfeksi. Akan tetapi, ada juga anak yang sudah mulai mengalami gejala muntaber setelah 12-48 jam terinfeksi.

Biasanya gejala muntaber berlangsung sekitar 3-7 hari, sementara pada kasus yang parah gejalanya dapat bertahan sampai 10 hari. (*)

Sumber: Hellosehat

Komentar Anda

comments