Kasus ART Bunuh Bayi di Tangsel Bertambah

oleh -
Kasat Reskrim AKP Alexander (tengah) dan jajarannya menunjukan barang bukti kasus pembunuhan bayi. Foto: Nad

Palapanews.com- Kasus pembunuhan bayi kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam tri semester pertama ini, ada tiga aksi sadis yang dilakukan Asisten Rumah Tangga (ART) yang membunuh dan membuang bayinya.

Terbaru, dilakukan oleh tersangka dengan inisial R. Wanita yang baru berusia 18 tahun ini tegas menghilangkan nyawa darah dagingnya sendiri dengan cara dibekap dengan kain batik.

“Proses kelahiran berlangsung di kamar tersangka tanpa bantuan siapapun. Dan kami dapatkan fakta bahwa bayi laki-laki tersebut lahir dalam keadaan sehat dan hidup. Kemudian dibekap dengan kain batik hingga mengalami luka memar pada bibir dan belakang kepala,” jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, Rabu (13/3/2019).

Perbuatan itu mulanya tak diketahui oleh siapapun, termasuk majikan tempat R bekerja di Perumahan Urbana Place, Jalan Merpati Raya, RT01 RW01, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangsel.

“Sebelum R membuang jasad bayinya ke dalam tempat sampah rumah, R membungkus bayi malang itu dengan plastik merah terlebih dahulu,” imbuhnya.

Secara kebetulan, ada dua petugas sampah yang sedang mengangkut seluruh sampah di perumahan tersebut. Mereka memilah-milah bungkusan sampah hingga melihat ada darah di kantong plastik merah. Selanjutnya hal itu dilaporkan ke sekuriti perumahan dan dilanjutkan dengan menghubungi kantor polisi terdekat.

“Yang bersangkutan baru bekerja selama satu minggu. R malu karena anak tersebut lahir diluar nikah, maka itu tersangka menampilkan dirinya sebagai orang gemuk yang mengalami pendarahan berlebih saat datang bulan. Sedangkan untuk pasangannya, kita masih lakukan penyelidikan,” bebernya.

Atas perbuatannya, R dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHP.

“Tahun 2019, sudah tiga kali kami temukan jenazah bayi dalam kurun waktu tiga bulan yang dibuang oleh orangtua kandungnya. Pesan kami kepada masyarakat yang mencari ART, pilihlah dengan baik dan benar orang yang akan dipekerjakan. Kepada masyarakat secara umum, resiko besar hubungan badan diluar pernikahan ditanggung wanita. Dan kepada tiap wanita agar selalu menjaga diri,” tandasnya. (nad)

Komentar Anda

comments