Tol Sercin dan Serkun Ditarget Rampung Tahun ini

oleh -
Kepala BPN Tangsel Wartomo bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Foto: Nad

Palapanews.com- Pembangunan tol Serpong Cinere (Sercin) dan Serpong Kunciran (Serkun) ditarget selesai tahun ini. Pasalnya proses perencanaan hingga pembangunan kedua tol ini memakan waktu cukup lama 10 tahun.

Panjang Tol Sercin yang mencapai 10,14 kilometer ini melintasi sembilan kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), seperti Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang Barat, Pamulang Timur, Cipayung, dan Kelurahan Ciputat. Selain itu tol tersebut juga akan melintasi Kelurahan Serua Indah, Kelurahan Serua, Bambu Apus serta Jombang dengan total 1.800 bidang tanah dengan luas lahan 76 hektar.

Dari 10,14 km ini, terdapat 11 tanah wakaf, seperti tempat pendidikan, makam, masjid dan tanah fasos fasum milik Pemkot Tangsel. Pihak pemkot dan BPN sendiri telah membereskan peroses-proses tanah wakaf, meningat penanganya berbeda dengan tanah milik perorangan. Tanah wakaf harus ditukar dengan barang yang sama jika bisa harus lebih baik. misalnya jika masjid harus ada tempatnya dan bangunanya.

Sedangkan panjang tol Serkun yakni 10,5 km dengan total bidang sebanyak 2.323 titik, melintasi 8 kelurahan yaitu Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Jombang, Parigi Lama. Parigi Baru, Pondok Jagung, Pondok Jagung Timur, Jelupang dan Pakujaya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel, Wartomo menyampaikan pembangunan kedua tol, baik Sercin dan Serkun ditarget tahun ini rampung. Sehingga dapat digunakan untuk masyarakat secara luar. Ia menyebut untuk Sercin masih butuh ekstra dalam penyelesaian. Sedangkan Serkun tinggal sekitar 10 persen lagi

“Mudah-mudahan tahun ini, kita upayakan selesai. Untuk tol Sercin telah mencapai 94 persen, sedangkan untuk Serkun telah mencapai 99,90 persen. Maka dari itu di tahun ini kita akan selesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, problem selama ini mengapa terkesan lambat karena proses pembebasan lahan meski harga sudah disesuaikan dengan harga pasar. Sebetulnya jika pembebasan lahan tidak ada kendala pembangunan akan lebih mudah sekaligus cepat.

“Kendala proses masalah harga yang dikeluarkan oleh appraisal,” tambahnya.

Sementara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menambahkan proses pembangunan tol sudah memakan waktu 10 tahun dari sejak perencanaan awal. Maka itu, target utamanya tahun ini harus diselesaikan agar pembangunan infrastruktur dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Beberapa kita sudah selesaikan. Contoh tanah wakaf Masjid Abubakar, sudah selesai. Ada target harus selesai karena sudah terlalu lama hampir 10 tahun lebih kita berharap tahun ini selesai sehingga dapat dibuka untuk masyarakat,” tukas Airin.

Selain kendala pembebasan lahan, juga soal tanah wakaf yang tidak mudah. Alurnya cukup panjang, harus ada ikrar wakaf dan lain sebagainya. Namun apapun itu pekerjaan pembangunan tol harus diselesaikan di tahun ini.

“Misalnya Tanah fasos fasum punya kita untuk memvalidasi tapi mudah-mudahan terkejar. Contoh sebelumnya ada percepatan manakala semua sudah clear tinggal secara administasi di lapangan oleh pihak tol menyelesaikan,” tuturnya. (nad)

Komentar Anda

comments