Palapanews.com- Sedikitnya 90 warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan satu orang meninggal setelah terjangkit penyakit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Data tersebut tercatat per Januari 2019.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiyono mengatakan besarnya kasus DBD ini seiring perubahan cuaca, kelembaban dan tingginya curah hujan. Kondisi ini membuat populasi nyamuk Aedes Aegepty berkembang.
“Jadi, per 20 Januari ini sudah ada 90 orang warga terkena DBD dan 1 yang meninggal di Situ Gintung, Ciputat. Sedangkan pada tahun sebelumnya jumlahnya hanya 25 orang,” ujarnya dalam Coffee Break di Gedung Farmasi Dinkes, Rabu (23/1/2019).
Untuk mengantisipasi meluasnya kasus DBD, Dinkes Kota Tangsel mengedarkan surat kewaspadaan dini ke Puskesmas dan para Kader Jumantik untuk menggalakan 3M Plus sebagai segala bentuk pencegahan.
“Tidak bisa hanya kader saja, artinya semua masyarakat harus terlibat. Dan kita pun harus interaktif dengan kader dan puskesmas,” imbuhnya.
Ia pun mengungkapkan penyakit lain selain DBD yang kerap dijumpai saat musim pancaroba, seperti penyakit kulit, influenza, infeksi saluran pernafasan dan diare.
“Kita pun harus lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan yang benar-benar bersih. Kemudian, perlu diketahui, penderita yang dirawat adalah yang telah tergigit seminggu sebelumnya. Artinya, penderita adalah seseorang yang memiliki kebiasaan berada di suatu tempat dengan waktu yang lama,” ungkapnya. (nad)
