Garuda Indonesia Siapkan 186 Penerbangan Tambahan di Nataru

oleh -

Palapanews.com- Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, maskapai Garuda Indonesia menyiapkan 186 extra flight atau penerbangan tambahan baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Dengan adanya tambahan tersebut, diharapkan bisa mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Untuk libur Natal dan Tahun Baru kita telah siapkan 186 extra flight, itu juga bila diperlukan. Namun sampai saat ini belum ada terjadi lonjakan penumpang dan sejauh ini penerbangan regular kita cukup menampung,” ujar Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Business class, executive class full booking. Sampai kelas ekonomi semua tingkat keterisiannya 95 sampai 99 persen. Kesemuanya itu masih menggunakan penerbangan regular,” sambung Ari.

Ari mengatakan, liburan ini banyak dipadati penumpang dengan penerbangan menuju Bali. Sementara untuk penerbangan rute luar negeri, paling dimintai ke dua negara Asia, yakni Jepang dan Korea Selatan.

“Untuk domestik memang incaran utama adalah Bali. Hingga tanggal 1 Januari, penerbangan ke Bali full. Jepang dan Korea menjadi favorit penumpang untuk liburan di Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Ari menjelaskan, pihaknya memastikan tidak adanya kenaikan harga tiket pada musim liburan ini. Harga tersebut, lanjutnya, telah berlaku sejak bulan Oktober 2018.

“Harga itu bukan naik saat Natal dan Tahun Baru, tapi memang sudah mengalami perubahan atau kenaikan sejak Oktober. Hal itu, faktor kurs rupiah yang pada saat itu Rp15 ribu,” kata Ari.

Menurut Ari, kenaikan harga tersebut masih dalam tarif batas atas (TBA) yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan dengan angka sekitar 6,8 persen dari harga sebelum bulan Oktober. “Untuk domestik masih dalam TBA tapi, untuk internasional tidak ada pembatasan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, agar para maskapai tidak melakukan permainan harga.

Pihaknya juga menegaskan, bila ditemukan adanya kenaikan harga yang melebihi TBA, kementerian perhubungan akan memberikan sanksi baik itu teguran ataupun pembatalan penerbangan.(rik)

Komentar Anda

comments