62% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan

oleh -246 views
Pengendara melintas di salah satu ruas jalan di Tangsel yang tergenang akibat curah hujan tinggi. Foto: Ist

Palapanews.com- Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 13 Desember 2018, sedikitnya 62 persen wilayah Indonesia dinayatakan sudah memasuki musim hujan. Kondisi relevan dengan prakiraan musim hujan yang sudah diinformasikan sebelumnya.

Deputi Bidang Klimatologi, Herizal mengutarakan bahwa curah hujan tertinggi yang tercatat pada bulan November sebesar 400 mm yang turun dalam sehari di Karang Nunggal, Tasikmalaya.

Sementara pada bulan November, akumulasi tertinggi curah hujan mencapai 1.325 mm juga di lokasi yang sama.

“Terdapat beberapa wilayah mendapatkan curah hujan tinggi ( > 150 mm/dasarian) yang terjadi di Sumbar, Riau bagian Tengah, Jambi bagian barat, Muko-muko, Pekanbaru, Kampar, Kerinci, Belitung, Cilacap, Semarang, Kapuas Hulu, Samarinda, Flores, Sorong, Nabire, dan Mimika,” Herizal menambahkan.

Sementara itu, untuk curah hujan kategori rendah (0-50 mm/dasarian) masih dialami Sumut bagian tengah, pesisir utara Jabar, DKI, Situbondo, Banyuwangi, sebagian besar Sulteng, Bombana, Kolaka, Ambon, Kairatu, dan Merauke.

Herizal mengutarakan curah hujan untuk 10 hari ke depan, akumulasi curah hujan sangat tinggi (>150 mm/dasarian) terjadi di bagian barat Sumatra/Pesisir barat mulai Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi bagian barat, Sumsel bagian barat sampai Bengkulu, Bangka bagian utara, Belitung, Kalimantan Barat bagian barat, Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian Papua sekitar Pegunungan Jayawijaya.

Untuk itu, Ia mengimbau masyarakat mewaspadai daerah-daerah yang diprediksi berpotensi curah hujan tinggi, khususnya di daerah yang rawan banjir di sebagian besar Sumatra, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan sebagian kecil Papua.

Baca Juga: Polres Tangsel Bekuk Penipu Modus Rumah Subsidi Murah

Peta potensi banjir 10-harian yang lebih detail kini sudah disiapkan BMKG bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dirjen Sumber Daya Air (DJSDA-PU). (hms/red)

Komentar Anda

comments